JAI, ICRP, dan Kemenhut Gelar Gerakan Penanaman 100.000 Pohon: Wujud Nyata Harmoni dan Kepedulian untuk Negeri

Daerah266 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Bogor— Gerakan sosial bertajuk “Penanaman 100.000 Pohon untuk Negeri” resmi dimulai hari ini di Bogor. Kegiatan bertema “Hijaukan Negeri, Tumbuhkan Harmoni, Semai Damai untuk Indonesia” ini merupakan kolaborasi antara Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia (JAI), Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Yayasan Alam Lestari Asih Sesama (ALAS), dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

 

banner 336x280

Gerakan ini menjadi bagian dari peringatan 100 Tahun JAI, 25 Tahun ICRP, serta perjalanan Yayasan ALAS, yang diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara di bidang lingkungan hidup. Kegiatan ini juga selaras dengan program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam pengendalian krisis iklim menuju Indonesia Emas 2045.

Acara kick-off penanaman pohon dihadiri oleh berbagai tokoh dari lintas agama dan lembaga sosial. Turut menjadi narasumber antara lain Nurul Iftitah, S.Hut., M.Si. (Direktur Pembenihan Tanaman Hutan, Kementerian Kehutanan), Amir Nasional JAI Zaki Firdaus Syahid, S.T., M.T., Heru Permana, S.Hut., M.T., M.A. (Kepala BPDAS Citarum), Wawan Setiawan (Ketua Yayasan ALAS), dan Ilma Sovri Yanti (Direktur ICRP).

 

Menurut Humas JAI Mohamad Sunarto, kegiatan ini tidak hanya berpusat di Bogor, tetapi juga akan dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. “Penanaman dilakukan bersama para pemuka agama dan tokoh masyarakat, sebagai simbol harmoni dan perdamaian lintas iman dalam menjaga bumi,” ujarnya.

Direktur ICRP Ilma Sovri Yanti menyampaikan bahwa gerakan menanam pohon kali ini memiliki makna spiritual dan kemanusiaan yang mendalam. “Menanam adalah bentuk pertobatan manusia modern yang sering kali lupa pada alam. Ini adalah ibadah ekologis, simbol bahwa kita ingin memulihkan hubungan manusia dengan bumi,” ujarnya.

 

Ilma menegaskan, kerusakan alam akibat eksploitasi berlebihan telah menimbulkan krisis kemanusiaan global, bahkan menjadi pemicu konflik ekonomi dan perebutan sumber daya. “Gerakan menanam 100.000 pohon menegaskan bahwa kita semua terpanggil untuk menghentikan tragedi ini. Alam bukan untuk ditaklukkan, tapi dijaga bersama,” katanya.

 

Bagi Ilma, keterlibatan lintas agama dalam aksi ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan universal.

 

Perwakilan Kementerian Kehutanan Nurul Iftitah menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya nasional memperkuat konservasi dan mitigasi perubahan iklim. “Gerakan seperti ini sangat strategis. Dengan partisipasi masyarakat lintas agama, kita bisa memperluas kesadaran publik untuk menghijaukan negeri dan memperbaiki ekosistem,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan ini, JAI, ICRP, dan Yayasan ALAS berharap masyarakat Indonesia semakin sadar pentingnya menjaga lingkungan, serta menjadikan aksi menanam pohon sebagai gerakan nasional berkelanjutan.

 

“Menanam pohon adalah menanam harapan. Pohon-pohon ini akan tumbuh menjadi saksi persaudaraan dan perdamaian yang kita rawat bersama untuk Indonesia yang hijau, damai, dan berkelanjutan,” tutup Ilma Sovri Yanti.

 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *