Indonesia Siap Impor Pangan Rp 73,44 Triliun dari AS, Fokus pada Kedelai dan Gandum

Berita, Daerah, Ekonomi606 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta- — Pemerintah Indonesia akan mengimpor komoditas pangan dari Amerika Serikat senilai USD 4,5 miliar atau setara Rp 73,44 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.322). Dua komoditas utama yang menjadi prioritas dalam kesepakatan ini adalah kedelai dan gandum, sebagai bagian dari negosiasi perdagangan antara kedua negara.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan bahwa impor ini merupakan konsekuensi dari hasil perundingan dagang terkait penurunan tarif impor produk Indonesia ke Amerika Serikat, dari sebelumnya 32% menjadi 19%. Sebagai kompensasi, Indonesia membuka kuota impor untuk produk pertanian dari AS.

banner 336x280

“Fokus utama kita adalah gandum dan kedelai. Ini sebagai bagian dari kesepakatan dengan Amerika Serikat,” ujar Amran usai rapat koordinasi di Jakarta, Jumat (25/7).

Ia menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan komoditas lain seperti susu dan sapi juga akan diimpor, namun prioritas tetap pada kedelai dan gandum, yang dinilai sangat dibutuhkan untuk konsumsi dalam negeri.

Meski membuka keran impor besar, Amran menegaskan bahwa seluruh keputusan tetap mengedepankan perlindungan terhadap petani lokal. Setiap rencana impor harus melalui rekomendasi resmi dari Kementerian Pertanian untuk memastikan tidak mengganggu keseimbangan produksi domestik.

“Impor dilakukan hanya jika memang diperlukan, dan tetap harus menjaga keberlangsungan petani dalam negeri. Kementan akan tetap memberikan rekomendasi sebagai filter,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut bahwa kesepakatan impor senilai USD 4,5 miliar merupakan bagian dari paket perdagangan yang lebih besar senilai USD 34 miliar antara Indonesia dan Amerika Serikat. Impor ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan dagang dan meningkatkan akses produk Indonesia ke pasar AS.

“Ini bagian dari mekanisme dagang dua arah. Setelah ini kita akan bahas detailnya lagi dalam bentuk perjanjian lanjutan,” ujar Budi di Jakarta Barat, Rabu (23/7).

Menurut Mentan Amran, sebagian besar dari nilai impor tersebut akan dialokasikan untuk gandum, mengingat Indonesia sangat bergantung pada pasokan luar negeri untuk komoditas ini. Ia menekankan bahwa langkah ini tidak bertentangan dengan program ketahanan pangan nasional karena tetap mempertimbangkan kebutuhan domestik yang tidak bisa dipenuhi secara mandiri.

“Saya kira ini tidak bertentangan dengan ketahanan pangan. Selama memang ada kebutuhan dan kita belum mampu penuhi, maka impor adalah opsi yang logis,” pungkasnya.

Langkah ini menandai pendekatan pragmatis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional, sambil tetap menjaga hubungan perdagangan strategis dengan mitra global seperti Amerika Serikat.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *