Gubernur Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga 8 Januari 2026

Daerah295 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh selama 14 hari. Perpanjangan kedua ini berlaku mulai 26 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota di Aceh yang terdampak banjir dan longsor, pemerintah pusat, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

banner 336x280

“Saya Gubernur Aceh dengan ini menetapkan perpanjangan kedua status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh tahun 2025 selama 14 hari ke depan, terhitung sejak 26 Desember 2025 sampai dengan 8 Januari 2026,” ujar Mualem melalui akun Instagram resminya, @muzakirmanaf1964, Jumat (26/12/2025).

Dalam pernyataannya, Mualem menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan pemangku kepentingan terkait untuk memaksimalkan penanganan pascabencana. Ia menekankan percepatan distribusi logistik bagi korban bencana, baik yang berada di pengungsian, rumah warga, maupun di wilayah-wilayah yang masih terisolasi.

“Tangani, layani, lindungi, dan penuhi hak-hak dasar pengungsi sesuai standar hak asasi manusia,” kata Mualem.

Selain itu, Mualem meminta pelayanan kesehatan bagi korban bencana dioptimalkan. Ia memerintahkan seluruh rumah sakit dan puskesmas di Aceh untuk difungsikan secara maksimal serta membuka pos pelayanan kesehatan hingga ke gampong-gampong terpencil yang masih terisolasi.

“Buka pos pelayanan kesehatan hingga ke gampoeng di pelosok Aceh yang masih terisolir,” ujarnya.

Persiapan Pendidikan dan Pemulihan Infrastruktur

Mualem juga mengingatkan pemerintah daerah untuk segera mempersiapkan kembali proses belajar mengajar bagi anak-anak korban banjir dan longsor. Ia meminta penyediaan kebutuhan penunjang pendidikan, seperti pakaian, sepatu, tas, dan perlengkapan sekolah lainnya.

“Persiapkan proses belajar mengajar dengan sebaik-baiknya untuk anak-anak korban bencana. Sediakan pakaian, sepatu, tas, dan lain-lain sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik,” jelasnya.

Di sektor infrastruktur, Mualem menekankan pentingnya persiapan pembangunan dan perbaikan fasilitas yang rusak akibat bencana. Ia meminta setiap dinas bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Seperti dinas pertanian mengambil jalur pertanian dan membersihkan sawah, kemudian Bina Marga menangani jalan dan jembatan sesuai poksinya masing-masing, dan dinas lainnya yang berkaitan dengan banjir dan tanah longsor,” tutur Mualem.

Ia berharap seluruh jajaran terkait dapat bekerja secara maksimal demi percepatan pemulihan wilayah Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *