
Ingetindonesia.com,Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat, dengan nilai diperkirakan mencapai 2,8 miliar dolar AS berdasarkan harga pasar saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Selasa malam waktu setempat melalui media sosialnya, menyusul penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu.

Trump menyebut minyak tersebut akan dijual dengan harga pasar, dan hasil penjualannya akan dikelola oleh pemerintah AS untuk kepentingan rakyat Amerika Serikat dan Venezuela.
Pengumuman ini menandai langkah besar Washington dalam memperluas pengaruh ekonominya di Venezuela dan kawasan Amerika Latin. Kebijakan tersebut juga dinilai menjadi pukulan bagi China, yang selama ini merupakan pembeli utama minyak Venezuela dan mitra dekat negara tersebut.
Trump mengatakan minyak yang berada di bawah sanksi itu akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan langsung dibawa ke pelabuhan bongkar di Amerika Serikat, dengan Menteri Energi AS ditugaskan untuk segera mengeksekusi rencana tersebut.
Volume minyak yang disebutkan Trump setara dengan sekitar 30 hingga 50 hari produksi minyak Venezuela sebelum diberlakukannya blokade parsial AS.
Meski demikian, pasar merespons dengan hati-hati. Harga minyak acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), sempat turun hingga 2,4 persen dan diperdagangkan di kisaran 56 dolar AS per barel. Hingga kini, pemerintah AS maupun otoritas Venezuela belum memberikan penjelasan rinci terkait mekanisme pengiriman dan penjualan minyak tersebut.
Venezuela sendiri memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, namun produksinya anjlok drastis akibat kurangnya investasi selama puluhan tahun dan hengkangnya banyak perusahaan minyak asing. Saat ini, kontribusi Venezuela terhadap pasokan minyak global kurang dari satu persen.
Para analis menilai, meskipun jumlah minyak yang disebut Trump besar secara politik, dampaknya secara ekonomi bersifat sementara dan tidak akan mengubah struktur pasokan minyak global dalam jangka panjang.















