Seren Taun 2026 Cigugur Angkat Tema Pelestarian Budaya untuk Masa Depan Bangsa

Berita, Daerah419 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,KUNINGAN — Tradisi adat Seren Taun 2026 di Cigugur, Kabupaten Kuningan, kembali digelar pada 3–8 Juni 2026 dengan mengusung tema “Merawat Prasasti Peradaban Budaya untuk Masa Depan Bangsa” . Perhelatan budaya tahunan ini menjadi ruang kesadaran kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya, toleransi, serta penguatan identitas bangsa di tengah arus modernisasi.

Melalui berbagai kegiatan budaya, seminar, hingga dialog lintas kepercayaan, Seren Taun tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan tradisi, tetapi juga momentum refleksi tentang pentingnya menjaga akar budaya sebagai fondasi keberlangsungan bangsa.

banner 336x280

Wakil Ketua Panitia Seren Taun 2026, Juwita Jatikusumah Putri, menjelaskan tema tersebut dipilih untuk mengajak masyarakat memahami budaya sebagai warisan besar yang tidak hanya berwujud benda, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Ketika kita memaknai prasasti itu memang bukan dalam konteks yang hanya kebendaan, tetapi bahwa kehidupan ini adalah prasasti dari Yang Maha Kuasa yang harus kita sadari dan kita lestarikan baik itu sebagai manusia maupun sebagai bangsa,” ujar Juwita kepada Media, Jumat (29/5/2026).

Selain mengangkat isu pelestarian budaya, Seren Taun 2026 juga akan menampilkan sejumlah artefak budaya yang tersimpan di Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur. Langkah ini dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya lokal, terutama kepada generasi muda.

Agenda beragam adat akan mewarnai rangkaian kegiatan, mulai dari ngalungsurkeun pare , mitembeyan ngais pare , upacara Bale Kembang, pentas seni budaya, hingga kegiatan keharmonian antariman yang melibatkan unsur agama dan kesenian. Acara puncak yang direncanakan berlangsung pada Minggu, 8 Juni 2026 dengan menampilkan atraksi budaya khas adat masyarakat Cigugur.

Menurut Juwita, penguatan budaya merupakan tanggung jawab penting generasi masa kini agar masyarakat tidak tercerabut dari identitasnya di tengah perubahan zaman.

“Bahwa kewajiban generasi kita adalah melakukan penguatan, mengingatkan bahwa sebuah bangsa itu bisa tumbuh berkembang ketika akar budaya dan tradisinya kuat, seperti pohon yang kuat karena akarnya kuat,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Seren Taun 2026, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton ritual adat, namun juga mampu memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi tersebut sebagai landasan memperkuat persatuan, toleransi, dan kehidupan pengabdian dalam keberagaman Indonesia.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *