Selamat dari Galodo Muaro Pingai, Nelmawati Harus Memulai Hidup dari Nol

Daerah286 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Muaro Pingai, Solok — Nelmawati tak pernah menyangka hidupnya berubah drastis dalam hitungan detik. Perempuan 53 tahun itu harus memulai kembali dari nol setelah banjir bandang atau galodo menerjang Nagari Muaro Pingai, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Nelmawati nyaris menjadi korban keganasan banjir bandang tersebut. Ia hanya memiliki waktu sangat singkat untuk menyelamatkan diri setelah mendengar suara gemuruh keras dari arah sungai di depan rumahnya.

banner 336x280

“Waktu terdengar gemuruh dari sungai, saya langsung lari sekencang-kencangnya tanpa melihat ke belakang. Saya sampai terjatuh-jatuh,” ujar Nelmawati dengan suara bergetar, Sabtu (29/11/2025).

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (27/11/2025) siang, setelah hujan lebat disertai angin kencang mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Barat selama hampir sepekan. Sejak pagi hari, warga sudah merasa ada tanda-tanda tidak biasa. Ketukan keras di pintu rumah dari tetangga membuat Nelmawati tersadar bahwa bahaya sedang mengancam.

Ia pun bergegas keluar rumah. Tak lama berselang, galodo datang menghantam permukiman warga. Rumah yang telah ditempatinya selama 30 tahun porak-poranda. Seluruh perabotan rumah tangga rusak dan hanyut terbawa arus, mulai dari kulkas, lemari pakaian, hingga peralatan dapur.

“Selama 30 tahun rumah ini berdiri, belum pernah ada galodo sebesar ini,” tuturnya sambil menahan air mata.

Banjir bandang itu tak hanya menghancurkan tempat tinggal, tetapi juga meluluhlantakkan sumber penghidupan Nelmawati. Sehari-hari, ia berjualan ikan bilih di pasar. Namun, seluruh stok ikan dan modal usaha satu-satunya hanyut bersama derasnya banjir.

Kini, meski bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak, Nelmawati menyimpan harapan sederhana: dapat kembali bekerja dan menjalani hidup seperti sediakala.

“Saya cuma ingin bisa berjualan lagi, bekerja lagi,” ujarnya lirih.

Harapan itu bukan hanya milik Nelmawati. Keinginan untuk bangkit dan kembali menata kehidupan juga dirasakan oleh seluruh warga Muaro Pingai, bahkan masyarakat Indonesia lain yang terdampak bencana banjir. Di tengah duka dan kehilangan, mereka berharap pemulihan dapat segera dilakukan agar kehidupan perlahan kembali normal.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *