Presiden Maduro dan Istri Ditangkap di Kamar Tidur dalam Penggerebekan Pasukan AS di Caracas

Internasional194 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta –  Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores dilaporkan ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat yang berlangsung dramatis pada Sabtu dini hari. Menurut laporan CNN yang mengutip dua sumber yang mengetahui operasi tersebut, Maduro dan istrinya dibawa keluar dari kamar tidur mereka saat pasukan AS menyerbu kediaman mereka di Caracas.

Penggerebekan dilakukan di dalam kompleks militer berkeamanan tinggi Ft Tiuna, tempat Maduro dan Cilia Flores disebut tengah menginap. Operasi mendadak itu dijalankan oleh pasukan elite Angkatan Darat AS, Delta Force, berlangsung kurang dari 30 menit.

banner 336x280

Presiden AS Donald Trump membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan Maduro diambil dari sebuah lokasi yang disebutnya sebagai “benteng”. Trump juga mengklaim hampir seluruh lampu di ibu kota Venezuela dipadamkan saat pasukan AS bergerak mengevakuasi Maduro dan istrinya. “Dia berada di sebuah benteng,” kata Trump dalam wawancara telepon dengan Fox News.

Trump menyatakan Maduro kini tengah dibawa menggunakan kapal AS menuju New York City dan akan ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn. Sumber yang mengetahui proses tersebut kepada Bloomberg mengatakan Maduro dijadwalkan menjalani sidang perdana pada Senin mendatang.

Selama operasi berlangsung, sejumlah ledakan terdengar di Caracas disertai dengan penerbangan pesawat rendah. Setidaknya tujuh ledakan dilaporkan terjadi, membuat warga berhamburan keluar rumah. Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menyebut operasi itu telah direncanakan selama berbulan-bulan dengan latihan dan simulasi berulang. Pasukan AS bahkan dikabarkan mempelajari secara rinci kehidupan Maduro, mulai dari rutinitas harian hingga kebiasaan pribadinya.

Usai penggerebekan, Departemen Kehakiman AS mengumumkan Maduro diduga berperan sentral dalam konspirasi penyelundupan kokain ke Amerika Serikat selama puluhan tahun, bekerja sama dengan kelompok narkoba dan teroris regional. Dakwaan terbaru juga menyebut nama istri dan putra Maduro sebagai terdakwa tambahan. Jika terbukti bersalah, Maduro terancam hukuman penjara seumur hidup.

Sementara itu, pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat menyerang fasilitas sipil dan militer. Otoritas setempat menyebut aksi tersebut sebagai “serangan imperialis” dan menyerukan warga untuk turun ke jalan sebagai bentuk perlawanan.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *