Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Diajarkan di Seluruh Jenjang Sekolah

Berita, Edukasi1076 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan agar bahasa Prancis diajarkan di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia. Arahan tersebut disampaikan saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada pada tingkat yang sangat baik. Bahkan, sepanjang tahun 2026, Prabowo telah tiga kali melakukan kunjungan ke Prancis sebagai bentuk eratnya hubungan kedua negara.

banner 336x280

“Terima kasih atas penerimaan yang begitu besar, baik, dan penuh penghormatan kepada saya serta delegasi saya. Tahun ini saja saya sudah tiga kali ke Prancis,” ujar Prabowo di hadapan Macron.

Prabowo juga mengingat kembali kehormatan yang diberikan Prancis kepada Indonesia dengan mengundang kontingen Indonesia dalam defile Hari Nasional Prancis atau Bastille Day pada 14 Juli 2025. Menurutnya, undangan tersebut merupakan bentuk penghormatan besar bagi Indonesia dan mencerminkan kedekatan hubungan kedua negara.

Presiden menilai kerja sama Indonesia dan Prancis berkembang pesat di berbagai bidang, mulai dari pertahanan, sains dan teknologi, hingga pendidikan. Dukungan langsung Presiden Macron disebut menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Di sektor pendidikan, Prabowo menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan kerja sama yang lebih luas. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memperkenalkan bahasa Prancis secara lebih luas di lingkungan pendidikan Indonesia.

“Sekarang saya sudah menginstruksikan bahwa semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” kata Prabowo.

Selain menyoroti kerja sama bilateral, Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Macron di tingkat internasional. Menurutnya, Prancis dan Indonesia memiliki kesamaan pandangan dalam sejumlah isu global, termasuk dalam menjunjung prinsip-prinsip perdamaian dan kerja sama antarnegara.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian meminta agar instruksi tersebut dijelaskan lebih lanjut oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Menurutnya, penguatan kemampuan bahasa asing memang penting, namun implementasinya harus didukung perencanaan yang matang, termasuk kesiapan kurikulum, tenaga pengajar, serta manfaat nyata bagi peserta didik.

Lalu menegaskan bahwa kebijakan pendidikan nasional harus disusun berdasarkan kebutuhan dan kesiapan sistem pendidikan, sehingga tidak dipandang semata-mata sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional.

Ia juga mengusulkan agar penerapan pembelajaran bahasa Prancis dilakukan secara bertahap, misalnya melalui program khusus atau sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah tertentu, sebelum diterapkan secara luas di seluruh Indonesia.

Kebijakan ini diperkirakan akan menjadi salah satu agenda yang dibahas lebih lanjut antara pemerintah dan DPR untuk memastikan kesiapan implementasinya di dunia pendidikan nasional.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *