Perkuat Imunisasi Anak, Puskesmas Jatiasih Sosialisasikan Cek Kesehatan Gratis dan BIAS di SDN Jatiasih 3

Pelaksanaan CKG bagi anak sekolah mengacu pada kebijakan Kementerian Kesehatan yang mewajibkan pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik mulai jenjang SD hingga SMA.

Berita, Humaniora1159 Views
banner 468x60

Upaya pemerintah memperkuat kualitas kesehatan generasi muda terus dilakukan melalui program pemeriksaan kesehatan dan imunisasi bagi anak usia sekolah.

Sejalan dengan kebijakan nasional di bidang kesehatan, Puskesmas Jatiasih mulai menyosialisasikan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kepada orang tua siswa sebagai bagian dari upaya mencegah penyakit sejak dini.

banner 336x280

Sosialisasi tersebut digelar di SDN Jatiasih 3, Kota Bekasi, Selasa (4/8/2026). Kegiatan diikuti para orang tua siswa untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme pemeriksaan kesehatan, jadwal imunisasi, serta pentingnya peran keluarga dalam mendukung program kesehatan anak di sekolah.

Petugas Sosialisasi Puskesmas Jatiasih menjelaskan bahwa pelaksanaan CKG bagi anak sekolah mengacu pada kebijakan Kementerian Kesehatan yang mewajibkan pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik mulai jenjang SD hingga SMA.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk memastikan seluruh anak sekolah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Awalnya sosialisasi direncanakan berlangsung pada Juli, tetapi kami menyesuaikan dengan masa pengenalan lingkungan sekolah sehingga pelaksanaannya dilakukan pada Agustus,” ujar petugas sosialisasi Puskesmas Jatiasih, di SDN 3 Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan pemeriksaan kesehatan menyasar siswa kelas 1 hingga kelas 6 SD dengan mekanisme yang berbeda sesuai jenjang. Untuk siswa kelas 1, orang tua diminta mengisi data kesehatan melalui aplikasi atau tautan yang telah disediakan sebelum tim kesehatan melakukan pemeriksaan di sekolah.

Selain pemeriksaan kesehatan, Puskesmas Jatiasih juga memberikan edukasi mengenai pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang setiap tahun menjadi bagian dari program imunisasi nasional.

Petugas sosialisasi Puskesmas Jatiasih mengatakan imunisasi merupakan hak setiap anak yang dijamin dalam berbagai regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Kesehatan.

“Imunisasi adalah hak setiap anak agar memperoleh tumbuh kembang yang optimal. Berdasarkan data WHO, imunisasi mampu mencegah sekitar 2 hingga 3 juta kematian anak setiap tahun akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi,” katanya.

Dalam pelaksanaan BIAS tahun ini, siswa kelas 1 akan memperoleh imunisasi Campak Rubela (MR) dan Difteri-Tetanus (DT). Sementara siswa kelas 2 dan kelas 5 mendapatkan imunisasi Td (Tetanus-Difteri) sebagai booster untuk memperkuat kekebalan tubuh.

Khusus siswi kelas 5 juga akan menerima vaksin Human Papillomavirus (HPV) guna mencegah kanker leher rahim. Menurut petugas, program vaksinasi HPV di sekolah memberikan manfaat besar karena biaya vaksin secara mandiri relatif tinggi.

“Melalui program pemerintah, anak-anak bisa memperoleh vaksin HPV tanpa biaya. Ini menjadi langkah penting untuk melindungi mereka dari risiko kanker serviks di masa depan,” ujarnya.

Selain imunisasi, pemeriksaan kesehatan tahun ini juga mencakup skrining kesehatan gigi dan mata bagi kelompok siswa tertentu. Pemeriksaan tersebut bertujuan mendeteksi lebih dini gangguan kesehatan sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

Petugas Puskesmas Jatiasih menegaskan anak yang sedang mengalami kondisi kesehatan tertentu, seperti demam atau sakit, tidak akan dipaksakan menerima imunisasi pada hari pelaksanaan. Mereka akan dijadwalkan mengikuti imunisasi susulan setelah dinyatakan sehat.

“Kami tidak memaksakan anak yang sedang sakit untuk divaksin. Jika ada yang belum memenuhi syarat kesehatan, kami akan mengatur jadwal susulan di puskesmas agar hak anak untuk memperoleh imunisasi tetap terpenuhi,” katanya.

Ia juga mengingatkan keberhasilan program BIAS sangat bergantung pada dukungan orang tua. Sebelum pelaksanaan imunisasi, sekolah akan membagikan formulir persetujuan sebagai bentuk komunikasi antara tenaga kesehatan dan keluarga.

“Kegiatan ini bukan kepentingan pihak tertentu, tetapi merupakan program negara yang didukung lintas kementerian untuk melindungi kesehatan anak-anak Indonesia. Karena itu kami berharap orang tua dapat mendukung pelaksanaan imunisasi dan pemeriksaan kesehatan di sekolah,” pungkasnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *