Menkes Soroti Antivaksin dan Isu Halal-Haram Hambat Pencegahan Campak di Indonesia

Berita938 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih kuatnya kelompok antivaksin sebagai salah satu tantangan utama dalam upaya pencegahan penyakit campak di Indonesia. Ia menegaskan, tantangan saat ini bukan lagi pada ketersediaan vaksin, melainkan pada upaya meyakinkan orang tua agar anak mendapatkan imunisasi lengkap.

Dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Senin (20/4/2026), Menkes menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi. Ia menyebut imunisasi campak perlu diberikan sebanyak tiga kali untuk memberikan perlindungan optimal pada anak.

banner 336x280

“Masalahnya bukan vaksinnya tidak ada, tapi bagaimana janji orang tua agar dapat mewujudkannya,” ujar Budi.

Selain itu, cakupan imunisasi campak di Indonesia sempat mengalami penurunan selama pandemi COVID-19. Fokus pemerintah dan masyarakat yang beralih ke vaksinasi COVID-19 membuat banyak anak melewatkan jadwal imunisasi rutin, termasuk vaksin campak.

“Kita tahu saat COVID fokus kita beralih ke vaksinasi COVID, sehingga banyak anak yang akhirnya melewatkan kampanye imunisasinya,” jelasnya.

Menkes juga menyinggung isu halal dan haram vaksin yang sempat berkembang di masyarakat dan juga mempengaruhi rendahnya cakupan imunisasi di sejumlah daerah. Orang tua Keraguan terhadap kandungan vaksin menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan di lapangan.

Menyanggapi hal tersebut, Budi menegaskan bahwa bahan dalam vaksin campak rubella pada dasarnya mirip dengan vaksin meningitis yang diwajibkan bagi jamaah haji dan umrah.

“Kalau ditanya soal bahannya, vaksin meningitis yang wajib untuk haji dan umrah juga menggunakan bahan yang sama. Jadi seharusnya tidak perlu ada keraguan,” tegasnya.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi sebagai langkah penting mencegah penyebaran campak, yang dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian pada anak. Edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua, dinilai menjadi kunci untuk mengatasi resistensi terhadap vaksinasi.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *