Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan

Berita44 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,BANTEN – Operasi pencarian terhadap lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan satu pemandu (guide) yang hilang di perairan Selat Sunda resmi dihentikan. Tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal Arupadhatu I yang ditumpangi rombongan tersebut.

Penghentian operasi pencarian dilakukan setelah proses pencarian berlangsung selama 10 hari, termasuk perpanjangan operasi selama tiga hari.

banner 336x280

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, selama operasi SAR gabungan berlangsung, tim belum menemukan petunjuk yang dapat mengarah pada keberadaan kapal maupun para penumpang dan awak kapal.

“Tadi disampaikan bahwa sejak pelaksanaan hari pertama operasi gabungan pencarian dan pertolongan sampai dengan hari ke-10, setelah perpanjangan tiga hari, secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut,” kata Andra Soni di Carita, Pandeglang, Kamis (17/9/2026).

Tim SAR Temukan 13 Objek

Selama proses pencarian di perairan Selat Sunda, tim SAR gabungan menemukan sebanyak 13 objek. Sejumlah benda yang ditemukan antara lain life jacket, terpal, helm, hingga galon.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), seluruh objek tersebut dinyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan kapal Arupadhatu I.

“Bahwa kemudian ada beberapa temuan material atau objek dicatat ada 13 objek yang ditemukan selama operasi, dan itu sudah dikonfirmasi oleh Polairud. Setelah dicek dan diteliti, dinyatakan bahwa saat ini temuan tersebut tidak terhubung dengan Arupadhatu I,” ujar Andra.

Menurut Andra, keputusan menghentikan operasi SAR dilakukan setelah evaluasi menunjukkan pencarian tidak lagi efektif untuk dilanjutkan dalam bentuk operasi gabungan.

“Dan kemudian telah perpanjangan pihak Basarnas tadi menyampaikan bahwa karena sudah dinilai tidak efektif dalam pelaksanaannya, dalam pencarian dan pertolongan ini, maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan dan pertolongan ini oleh pihak yang berkepentingan atau pihak yang memiliki kewenangan dinyatakan dihentikan,” katanya.

Pemantauan Tetap Dilakukan

Meski operasi SAR gabungan dihentikan, pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan kapal Arupadhatu I tetap dilakukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan pemantauan akan melibatkan sejumlah unsur, termasuk melalui sistem pemantauan pelayaran dan patroli di kawasan Selat Sunda.

“Operasi SAR ini tidak berhenti sampai di sini, setelah pencarian ini kita hentikan, kita lakukan dengan pemapelan melalui SROP VTS, termasuk Lanal, termasuk dari Polairud yang melakukan patroli, yang melakukan pencarian, termasuk aktivitas kapal yang melintas di Selat Sunda yang akan menjadi ujung tombak apabila menemukan informasi lebih lanjut,” kata Al Amrad.

Ia menegaskan, operasi SAR dapat kembali dibuka apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal Arupadhatu I maupun informasi baru mengenai rombongan yang hilang.

“Dan apabila itu ada tanda-tanda, operasi SAR akan dinyatakan dibuka kembali,” imbuhnya.

Lima jurnalis, dua ABK, dan satu guide sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *