Masjid di Hunian Vertikal Makin Strategis, Tak Sekadar Jadi Pusat Ibadah

Masjid di kawasan hunian vertikal semakin menunjukkan peran lebih luas, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat pendidikan, kegiatan sosial, dan pelayanan masyarakat.

Berita312 Views
banner 468x60

Masjid di kawasan hunian vertikal semakin menunjukkan peran lebih luas, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat pendidikan, kegiatan sosial, dan pelayanan masyarakat.

Kondisi tersebut terlihat dari terpilihnya Masjid Nurul Hadi Apartemen Gading Nias sebagai salah satu masjid yang mewakili Kecamatan Kelapa Gading dalam Seleksi Binaul Masajid se-Jakarta Utara 2026.

banner 336x280

Seleksi Binaul Masajid merupakan program rutin Suku Dinas PPAPP bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta Utara untuk menilai kualitas pengelolaan masjid. Penilaian mencakup tiga aspek utama, yakni idarah atau manajemen, imarah yang berkaitan dengan kegiatan memakmurkan masjid, serta ri’ayah atau pemeliharaan sarana dan prasarana.

Ketua DKM Masjid Nurul Hadi Apartemen Gading Nias Yuli Heru S mengatakan keikutsertaan dalam seleksi tersebut menjadi bagian dari komitmen pengurus dan jemaah untuk terus mengembangkan fungsi masjid di lingkungan hunian vertikal.

Menurutnya, masjid di apartemen memiliki karakteristik tersendiri karena jamaah berasal dari lingkungan yang dinamis dengan aktivitas dan waktu yang beragam. Kondisi tersebut mendorong pengurus untuk membangun tata kelola yang terorganisasi sekaligus menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan jamaah.

“Masjid di apartemen punya tantangan unik. Jemaahnya dinamis dan waktunya terbatas. Kami buktikan dengan manajemen yang rapi, masjid tetap bisa jadi pusat ibadah, edukasi, dan sosial,” ujar Yuli, di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Sejumlah program menjadi bagian dari pengelolaan Masjid Nurul Hadi, antara lain tahsin rutin, kajian Jumat, santunan, pelayanan pemulasaran jenazah, ambulans gratis, serta pemeliharaan kebersihan masjid selama 24 jam.

Beragam kegiatan tersebut menunjukkan keberadaan masjid di kawasan perkotaan dapat dikembangkan sebagai ruang pelayanan masyarakat. Fungsi masjid tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah rutin, tetapi juga dapat menjadi sarana pendidikan keagamaan dan wadah kepedulian sosial.

Tim penilai dari Dewan Masjid Indonesia Jakarta Utara telah melakukan verifikasi lapangan pada 13 September 2026. Proses penilaian dilakukan dengan melihat sejumlah aspek yang berkaitan langsung dengan kualitas tata kelola dan pelayanan masjid.

Pada aspek manajemen organisasi, tim menilai struktur kepengurusan Dewan Kemakmuran Masjid, administrasi serta transparansi keuangan, hingga program kerja tahunan. Tata kelola tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam memastikan kegiatan masjid dapat berlangsung secara terencana dan berkelanjutan.

Sementara pada aspek ibadah dan sosial, penilaian mencakup pelaksanaan salat berjamaah, TPA dan tahsin, kajian rutin, kegiatan peringatan hari besar Islam, santunan, Jumat berkah, hingga pelayanan pemulasaran jenazah dan ambulans gratis.

Aspek fasilitas dan kebersihan juga jadi perhatian, termasuk kondisi tempat wudu, kenyamanan jamaah, sistem tata suara, hingga pengelolaan parkir.

Yuli berharap Masjid Nurul Hadi Apartemen Gading Nias bisa melanjutkan kiprahnya ke tahapan berikutnya dan menjadi wakil Jakarta Utara dalam seleksi tingkat Provinsi DKI Jakarta.

“Kami berharap Masjid Apartemen Gading bisa melaju ke tingkat Provinsi DKI Jakarta dan menjadi inspirasi bagi masjid-masjid di lingkungan apartemen lainnya,” tambahnya.

Jika berhasil lolos seleksi tingkat Jakarta Utara, Masjid Nurul Hadi Apartemen Gading Nias akan mewakili Jakarta Utara untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi DKI Jakarta. Capaian itu sekaligus membuka ruang bagi pengembangan model pengelolaan masjid yang adaptif terhadap karakter masyarakat perkotaan dan hunian vertikal.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *