Muzani Duga Kayu Gelondongan yang Hanyut di Banjir Sumatra Berasal dari Tebangan Lama, Singgung Potensi Pembalakan Liar

Berita137 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta— Ketua MPR RI Ahmad Muzani menduga gelondongan kayu besar yang terseret banjir di sejumlah wilayah Sumatra merupakan hasil tebangan lama, bukan kayu yang baru ditebang ataupun roboh akibat diterjang banjir. Dugaan itu ia sampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/12/2025).

 

banner 336x280

“Kalau dari lihat gambar-gambar dan foto-foto yang kami saksikan, entah di Aceh, entah di Sumatera Utara, sepertinya kayu yang hayut itu hasil tebangan yang cukup lama. Bukan kayu yang ditebang baru atau yang roboh karena terjangan badai,” ujar Muzani.

 

Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar, maka dapat dipastikan telah terjadi pembalakan liar dalam skala besar dan tidak terkendali. Praktik tersebut dinilai memperparah bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hingga menimbulkan ratusan korban meninggal dunia.

 

“Kalau itu benar, itu berarti ada pembalakan pembohong yang tidak terkendali yang menjadi salah satu sebab bencana ini bisa memperparah dan diperparah,” tegasnya.

Muzani mengingatkan para pemangku kepentingan di bidang lingkungan untuk lebih serius menangani persoalan pembalakan pembohong. Ia menegaskan bahwa bencana serupa tidak boleh terulang kembali.

 

“Para pemangku kebijakan lingkungan harus sangat serius memperhatikan ini sebagai sebuah faktor di kemudian hari yang bisa menimpa anak-cucu kita kalau kita lalai dan abai. Cukup ini menjadi pelajaran terakhir,” katanya.

 

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan bahwa Presiden Prabowo telah memperoleh laporan lengkap mengenai penyebab banjir besar di Sumatera. “Sudah, sudah dapat masukan secara komprehensif,” ujarnya.

 

Media sosial sebelumnya diramaikan dengan video viral yang menampilkan kayu-kayu gelondongan berukuran besar terseret arus banjir. Rekaman tersebut diduga berasal dari wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

 

Fenomena itu menimbulkan spekulasi di kalangan warganet mengenai hubungan antara banjir besar dan aktivitas deforestasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

 

Menanganggapi viralnya peristiwa tersebut, Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, memberikan penjelasan awal mengenai asal usul kayu gelondongan tersebut.

 

Menurut dugaan sementara, kayu-kayu itu merupakan bekas tebangan lama yang telah lapuk dan kemudian terseret banjir. Tim Gakkum Kemenhut masih melakukan pemeriksaan menyeluruh karena bencana banjir masih berlangsung di beberapa titik.

 

Dwi juga menyebut kayu tersebut kemungkinan besar berasal dari wilayah Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) di wilayah Areal Penggunaan Lain (APL).

 

Pemerintah pusat memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mempercepat penanganan banjir dan mengusut tuntas dugaan aktivitas pembalakan liar yang memperparah dampak bencana.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *