IngetIndonesia.com, Jawa Barat – Kabar gembira datang dari sektor pariwisata Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Bakti BCA, teridentifikasi setidaknya empat wilayah yang memiliki potensi besar untuk menjadi Desa Wisata Berkelanjutan. Keempat wilayah tersebut adalah Pulau Derawan di Kalimantan Timur, Wonokitri di Jawa Timur, Kiluan Negeri di Lampung, dan Dayun.
Masing-masing wilayah ini menawarkan keunikan dan daya tarik tersendiri. Pulau Derawan memukau dengan keindahan bawah lautnya yang mendunia, mulai dari penyu hijau hingga pari manta, menjadikannya surga bagi para penggemar snorkeling dan diving. Namun, pulau ini menghadapi tantangan abrasi, kepadatan penduduk, dan keterbatasan lahan. Upaya pelestarian terumbu karang dan pengelolaan sampah menjadi kunci keberlanjutan Derawan.
Wonokitri, yang terletak di lereng Gunung Bromo, tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang spektakuler, tetapi juga kekayaan budaya Suku Tengger yang masih terjaga. Budidaya bunga edelweiss menjadi daya tarik wisata sekaligus sarana edukasi. Sebagai desa penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Wonokitri berupaya menjaga kearifan lokal dan menolak investasi yang merusak alam.
Kiluan Negeri di Lampung terkenal dengan Teluk Kiluan, tempat wisatawan dapat menyaksikan lumba-lumba liar beratraksi di lautan, serta Laguna Gayau yang menawarkan keindahan eksotis. Meski demikian, Kiluan masih membutuhkan pembenahan infrastruktur dan fasilitas kesehatan.
Sementara itu, Dayun memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi contoh pengelolaan ekowisata di tengah tantangan lingkungan, dengan fokus pada diversifikasi dan konservasi.
Riset dari Bakti BCA ini tidak hanya mengidentifikasi potensi, tetapi juga melahirkan inisiatif program “Genera-Z Berbakti”. Program ini mengajak mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk terlibat langsung dalam pembangunan desa wisata berkelanjutan. Para mahasiswa berkesempatan mengajukan ide-ide inovatif dalam bentuk proposal dan berpeluang mendapatkan pendanaan, pembinaan, serta pelatihan intensif.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi antara generasi muda dan masyarakat desa, menghasilkan solusi nyata untuk masa depan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Keempat wilayah ini diharapkan dapat menjadi pionir dalam pengembangan desa wisata yang tidak hanya menarik wisatawan tetapi juga menjaga kelestarian alam dan budaya setempat.












