Mudik Gratis Disabilitas 2026, Kisah Haru Layanan Inklusif bagi Pemudik Difabel

Ekonomi180 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta — Program Mudik Gratis Disabilitas 2026 menghadirkan kisah haru sekaligus harapan bagi para penyandang disabilitas yang ingin pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman. Para peserta mengaku merasakan pelayanan inklusif yang memuaskan, mulai dari proses pendaftaran hingga keberangkatan.

Program ini tak lepas dari peran Catur (40), Koordinator Solidaritas Difabel Indonesia, yang aktif memperjuangkan hak dan akses bagi penyandang disabilitas. Pengalaman pribadinya sebagai pengguna kursi roda membuat Catur semakin memahami tantangan yang dihadapi kelompok difabel, sekaligus mendorongnya untuk membuka lebih banyak ruang akses, termasuk dalam program mudik gratis.

banner 336x280

“Alhamdulillah,ini sangat membantu banget untuk teman-teman disabilitas. Program ini sebenarnya sudah ada sejak 2019, sempat terhenti saat pandemi COVID-19, lalu berjalan kembali sejak 2023 hingga sekarang 2026,” ujar Catur.

Suasana penuh kebahagiaan terlihat saat pelepasan peserta mudik yang digelar di kawasan BSI Tower, Jakarta, pada 17 Maret 2026, dilanjutkan keberangkatan dari Terminal Kampung Rambutan pada 18 Maret dan Stasiun Pasar Senen pada 19 Maret 2026.

Di Terminal Kampung Rambutan, dua bus disiapkan untuk mengangkut pemudik difabel, masing-masing menuju Sumatra dan Wonogiri. Bus tujuan Wonogiri bahkan telah terisi penuh dengan 50 peserta.

Catur menjelaskan, proses pendaftaran dilakukan secara terbuka melalui penyebaran tautan ke berbagai komunitas disabilitas. “Saya sebar link ke komunitas-komunitas disabilitas, lalu mereka mendaftar,” katanya.

Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain BSI, Kementerian Perhubungan, dan PT KAI Indonesia. Secara keseluruhan, sebanyak 303 pemudik difabel diberangkatkan dari BSI Tower menggunakan moda 86 orang menggunakan bus dan Kereta dari Stasiun Pasar Senen. Selain itu, terdapat 46 peserta tujuan Wonogiri dan 48 peserta menuju Sumatra melalui dukungan Kemenhub.

Tak hanya transportasi, layanan pendukung juga disediakan di Posko Mudik Ramadhan Terminal Kampung Rambutan. Layanan tersebut meliputi cek kesehatan gratis yang melibatkan PMI serta pengamanan terpadu dari kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Pramuka. Uniknya, tersedia pula layanan relaksasi yang diberikan oleh penyandang disabilitas netra untuk membantu mengurangi kelelahan pemudik.

Meski demikian, Catur menyoroti masih adanya kekurangan fasilitas, khususnya aksesibilitas di terminal. “Prasarana terminal masih kurang memadai, terutama untuk pengguna kursi roda. Toilet belum akses, termasuk saya sendiri juga belum bisa mengaksesnya. Mudah-mudahan ke depan bisa diperbaiki,” ungkapnya.

Program Mudik Gratis Disabilitas 2026 bukan hanya tentang perjalanan pulang kampung, tetapi juga menjadi simbol penting dari upaya menghadirkan layanan publik yang inklusif dan berkeadilan bagi semua kalangan.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *