Kemenag Cairkan Dana BOS Madrasah Tahap Awal Rp4,5 Triliun

Berita276 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) mulai menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah tahun anggaran 2026. Pada tahap awal, dana yang dicairkan mencapai Rp4,5 triliun untuk mendukung operasional madrasah sekaligus membantu peningkatan kesejahteraan guru, khususnya di madrasah swasta.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan pencairan dana BOS tersebut sudah mulai dilakukan dan dapat segera dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan madrasah.

banner 336x280

“Alhamdulillah kemarin kita menyampaikan bahwa BOS 2026 yang nilainya Rp4,5 triliun itu hari ini sudah mulai cair,” ujar Amien saat ditemui di Kantor Kemenag, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, dari total dana tersebut sekitar Rp400 miliar dialokasikan untuk Bantuan Operasional Pendidikan Raudhatul Athfal (BOP-RA), sedangkan Rp4,1 triliun lainnya merupakan dana BOS untuk madrasah.

Menurut Amien, pencairan dana ini menjadi kabar baik bagi lembaga pendidikan, terutama madrasah swasta, karena dana BOS dapat digunakan untuk membayar gaji guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kabar menggembirakan adalah bahwa BOS ini juga bisa digunakan untuk membayar guru non-ASN. Biasanya sebagian besar di madrasah swasta,” katanya.

Amien menambahkan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Skema ini melengkapi program sebelumnya melalui pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“Artinya yang sudah PPG dapat TPG, yang belum bisa diafirmasi lewat dana BOS. Dua-duanya sama-sama mendapatkan atensi dari pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Nyayu Khodijah mengatakan madrasah dan Raudhatul Athfal (RA) sudah dapat melakukan pencairan dana BOS dan BOP melalui bank masing-masing.

“Alhamdulillah untuk BOS dan BOP hari ini masing-masing madrasah maupun RA segera bisa mencairkan di bank,” ujar Nyayu.

Kemenag juga memberikan tambahan waktu bagi madrasah yang masih menyelesaikan proses pengunggahan data pada sistem. Perpanjangan waktu tersebut diberikan hingga satu hari ke depan agar seluruh lembaga dapat mencairkan dana secara bersamaan.

Nyayu berharap pencairan dana BOS untuk semester pertama dapat rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri.

“Insyaallah semua anggaran BOS yang untuk semester satu ini bisa dicairkan sebelum Lebaran,” katanya.

Secara keseluruhan, anggaran BOS madrasah dalam setahun mencapai sekitar Rp11 triliun yang disalurkan dalam dua tahap setiap semester. Namun penggunaan dana BOS untuk pembayaran gaji guru tetap memiliki batasan sesuai petunjuk teknis, yakni maksimal 60 persen dari total dana.

“Jadi tidak boleh semuanya untuk guru,” pungkasnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *