Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, Jarak Pandang Pontianak Turun 600 Meter

Berita, Daerah222 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan mulai berdampak terhadap operasional penerbangan. AirNav Indonesia memperketat pemantauan ruang udara setelah sebaran kabut asap yang menyebabkan jarak pandang di sejumlah wilayah turun drastis.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, mengatakan kondisi atmosfer dan jarak pandang yang terus berubah membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan, terutama di wilayah Kalimantan dan sekitarnya.

banner 336x280

“Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama kami. Untuk itu, AirNav Indonesia terus memantau kondisi ruang udara, termasuk perubahan jarak pandang, kondisi cuaca, serta informasi meteorologi lainnya,” ujar Avirianto, Rabu (2/9/2026).

Jarak Pandang Pontianak Turun hingga 600 Meter

Berdasarkan pantauan AirNav Indonesia hingga pukul 11.57 WIB, dampak kabut asap paling signifikan terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat .

Jarak pandang di wilayah tersebut sempat menurun drastis hingga 600 meter . Kondisi ini menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan atau penundaan.

Salah satu penerbangan rute Jakarta-Pontianak bahkan terpaksa melakukan return to base (RTB) atau kembali ke bandara asal.

Sementara itu, kondisi penerbangan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah , masih berjalan normal. Jarak pandang di wilayah tersebut berada di kisaran 3.500 meter sehingga masih dinilai aman untuk operasional penerbangan.

Penerbangan di Kalimantan Utara Sempat Terganggu

Sehari sebelumnya, Selasa (1/9/2026), kabut asap juga sempat menyelamatkan wilayah Kalimantan Utara.

Jarak pandang di Bandara Juwata, Tarakan , sempat turun ke kisaran 1.000 hingga 5.000 meter. Kondisi tersebut menyebabkan satu penerbangan dialihkan atau dialihkan ke bandara terdekat.

Selain itu, tiga penerbangan lainnya mengalami keterlambatan akibat penurunan jarak pandang.

“Pada hari yang sama, penurunan visibilitas ekstrem akibat kabut asap juga tercatat di beberapa bandara perintis di Kalimantan. Seperti di Malinau, jarak dipandang sempat menyentuh 2.000 meter sehingga penerbangan berakhir,” kata Avirianto.

Kondisi lebih ekstrem juga tercatat di sejumlah bandara perintis lainnya.

Di Bandara Long Apung , jarak pandang sempat berada di kisaran 150 hingga 300 meter. Sementara itu, jarak pandang di Bandara Tanjung Harapan berada pada kisaran 400 hingga 1.000 meter.

Meski demikian, kondisi di Kalimantan Utara mulai membaik pada Rabu (2/9/2026). Jarak pandang meningkat ke kisaran 3.000 hingga 5.000 meter.

AirNav Pantau Erupsi Gunung Sinabung

Selain dampak kabut asap karhutla , AirNav Indonesia juga meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

AirNav memastikan operasional penerbangan di Bandara Kualanamu telah kembali normal. Hingga pemantauan dilakukan, tidak terdapat paparan abu vulkanik pada jalur penerbangan.

Avirianto mengatakan pemantauan dilakukan terhadap seluruh ruang udara untuk memastikan jalur penerbangan tetap aman.

“Pemantauan dilakukan AirNav Indonesia secara menyeluruh untuk memastikan seluruh ruang udara aman dilintasi. Jika ada potensi gangguan apa pun, sesuai prosedur, kami akan segera menerbitkan informasi (pemberitahuan) kepada pilot dan maskapai penerbangan,” simpulnya.

AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memadukan perkembangan kondisi cuaca, kabut asap, serta aktivitas gunung api yang berpotensi mempengaruhi keselamatan penerbangan.

Masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan pesawat di wilayah terdampak kabut asap diimbau memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan otoritas penerbangan terkait kondisi operasional bandara.

 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *