Bapanas: Indonesia Capai Swasembada Beras, Stok Awal 2026 Tembus 12,5 Juta Ton

Berita346 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta- Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras pada tahun 2025. Capaian tersebut tercermin dari stok awal beras nasional pada tahun 2026 yang mencapai 12,529 juta ton atau meningkat hingga 203 persen dalam dua tahun terakhir.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan stok awal 2026 tersebut merupakan sisa persediaan beras nasional dari tahun sebelumnya atau carry over stock. Menurutnya, besarnya stok ini menjadi bukti kuat tercapainya swasembada beras sekaligus kemandirian pangan yang bersumber dari produksi petani dalam negeri.

banner 336x280

“Pemerintah optimistis ketersediaan beras ini sangat kuat. Indonesia telah mencapai swasembada beras,” ujar Ketut, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (3/1/2026).

Ketut menjelaskan, stok awal beras nasional sebesar 12,529 juta ton tersebut sudah termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog sebanyak 3,248 juta ton. Sementara sisanya tersebar di berbagai lapisan rantai pasok, mulai dari rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan padi, pedagang, hingga sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).

Ia menegaskan, sepanjang tahun 2025 sumber stok beras nasional sepenuhnya berasal dari produksi dalam negeri tanpa tambahan pasokan dari luar negeri.

“Terlebih sumber stok beras sepanjang tahun 2025 tidak ada yang berasal dari luar negeri,” katanya.

Bapanas mencatat, stok awal beras nasional terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dibandingkan stok awal 2024 yang hanya sebesar 4,134 juta ton, stok awal 2026 melonjak 203,

Menurut Ketut, tingginya stok beras nasional pada awal tahun 2026 tidak lepas dari kerja keras petani serta dukungan Kementerian Pertanian dan seluruh pemangku kepentingan sektor pangan. Kondisi ini dinilai membuat pasokan beras nasional berada pada tingkat yang aman dan terkendali.

Sejalan dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan tidak akan melakukan impor beras konsumsi pada tahun 2026. Kebijakan ini, kata Ketut, merupakan Arahan langsung Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman dan menjadi komitmen jangka panjang pemerintah dalam mendukung petani nasional.

“Sesuai Arahan Bapak Kepala Bapanas, Indonesia tidak perlu konsumsi impor beras pada tahun 2026. Ini melanjutkan kebijakan 2025 yang juga tanpa impor beras,” ujarnya.

Keputusan tidak adanya impor beras umum maupun beras bahan baku industri telah ditetapkan dalam Neraca Komoditas Tahun 2026. Dalam forum yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, pemerintah memastikan tidak ada kesepakatan mengenai kuota impor beras umum pada tahun 2026.

Kebijakan serupa juga berlaku untuk beras bahan baku industri. Pemerintah mendorong pelaku usaha nasional agar lebih mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal, seperti beras pecah dan beras ketan pecah, guna memperkuat kemandirian pangan dan mendukung produksi petani dalam negeri.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *