YouTube Perketat Monetisasi, Konten Tidak Orisinal dan Buatan AI Tak Lagi Menguntungkan

Ekonomi348 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta — Platform berbagi video YouTube akan memperketat aturan monetisasi dalam program YouTube Partner Program (YPP), dengan menargetkan konten tidak orisinal yang diproduksi secara massal dan bersifat repetitif. Kebijakan baru ini dijadwalkan mulai berlaku pada 15 Juli 2025 mendatang, sebagai respons terhadap banjirnya konten tidak berkualitas yang didorong oleh kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI).

 

banner 336x280

Perubahan besar-besaran ini menandai langkah serius YouTube dalam menjaga kualitas konten dan pengalaman pengguna. Menurut laporan dari Tech Crunch yang dikutip Jumat (11/7/2025), kebijakan tersebut akan memuat panduan rinci mengenai jenis konten yang layak dan tidak layak dimonetisasi.

 

Saat ini, laman bantuan YouTube sudah menegaskan bahwa hanya konten “asli” yang memenuhi syarat monetisasi. Namun, definisi dan implementasi konten tidak orisinal akan diperjelas dalam pembaruan mendatang.

 

Pihak YouTube menyebut bahwa lonjakan konten buatan AI — seperti video dengan narasi suara AI di atas gambar statis atau klip yang diubah fungsi — telah mengganggu ekosistem platform. Konten-konten semacam ini dianggap membanjiri linimasa pengguna dan mengurangi nilai tambah secara keseluruhan.

 

> “Jenis konten ini tidak memenuhi syarat untuk monetisasi selama bertahun-tahun, karena sering dianggap spam oleh audiens,” jelas Rene Ritchie, Kepala Editorial & Penghubung Kreator YouTube.

 

 

 

Ia menepis kekhawatiran para kreator yang khawatir video reaksi atau klip akan ikut terdampak. Menurutnya, pembaruan ini bersifat minor dan fokus pada konten repetitif, bukan kreator yang menambahkan nilai dengan komentar atau kreativitas.

 

Fenomena konten AI yang merugikan juga disoroti media. Salah satunya adalah laporan dari 404 Media yang mengungkap sebuah serial “true crime” viral yang sepenuhnya dibuat oleh AI. Bahkan, konten palsu menggunakan citra CEO YouTube Neal Mohan sempat digunakan untuk praktik phishing.

 

YouTube sebenarnya telah menyediakan alat pelaporan konten deepfake dan manipulatif, namun laju perkembangan teknologi AI membuat tantangan ini semakin kompleks.

 

Dengan kebijakan baru ini, YouTube berharap dapat mendorong ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi para kreator. Di sisi lain, pelaku ekonomi digital yang mengandalkan monetisasi video di platform ini harus segera menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif dan relevan.

 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *