Unjuk Rasa di Bundaran HI,BEM UI Sampaikan 8 Tuntutan soal Kondisi Indonesia

Berita1460 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa bertajuk #MerebutKemerdekaan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Aksi tersebut digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. BEM UI menyatakan demonstrasi itu bukan sekadar memperingati kemerdekaan, tetapi menjadi momentum untuk mempertanyakan sejauh mana makna kemerdekaan dirasakan masyarakat.

banner 336x280

Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan mengatakan mahasiswa ingin mengkritisi berbagai persoalan yang dinilai masih terjadi setelah 81 tahun Indonesia merdeka.

“Kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?” kata Yatalathof dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa (18/8/2026).

Kritik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

Dalam pernyataannya, Yatalathof menilai kedaulatan Indonesia menghadapi sejumlah tantangan. Ia menyoroti kebijakan dan perjanjian dagang yang menurutnya lebih mengakomodasi kepentingan asing.

BEM UI juga menyoroti persoalan kebebasan berpendapat, penegakan hukum, lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, serta distribusi kekayaan.

Menurut Yatalathof, pemerintahan Prabowo-Gibran masih perlu membuktikan komitmennya terhadap terwujudnya negara yang berdaulat, adil, dan makmur.

Ia juga mengkritik aparat yang dinilai lebih banyak berfokus pada pengamanan kekuasaan dibandingkan perlindungan terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat.

BEM UI Bawa 8 Tuntutan

Dalam aksi BEM UI di Bundaran HI, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan utama, yaitu:

Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.

Menghentikan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Mewujudkan reforma agraria sejati.

Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

Mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta menghentikan MBG dan KDMP.

Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.

Menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana.

Menghentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri di ruang sipil serta membubarkan YON TP.

Singgung Kemacetan Jakarta

BEM UI juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Jakarta yang kemungkinan terdampak kemacetan akibat aksi tersebut.

Namun, Yatalathof menyebut kemacetan lalu lintas yang terjadi selama aksi hanya berlangsung sementara. Ia membandingkannya dengan persoalan struktural seperti kesulitan memperoleh pekerjaan dan ketidakadilan yang menurutnya berlangsung lebih lama.

BEM UI menyatakan aksi #MerebutKemerdekaan menjadi bagian dari seruan kepada mahasiswa, buruh, petani, guru, pedagang, serta masyarakat untuk ikut menyuarakan persoalan yang dianggap belum terselesaikan.

Yatalathof menegaskan bahwa bagi mahasiswa, kemerdekaan tidak cukup dimaknai melalui seremoni tahunan, tetapi harus tercermin dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *