Transisi Energi Indonesia Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Ini 5 Tantangannya

Berita, Ekonomi143 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta – Transisi energi Indonesia tidak hanya berkaitan dengan upaya mengurangi emisi karbon dan memperlambat perubahan iklim. Peralihan dari energi fosil menuju energi bersih juga ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, kesiapan industri, pembiayaan, serta penciptaan lapangan kerja.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pemutaran perdana film dokumenter “Energi Untuk Negeri” yang digelar Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia bersama Media Indonesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

banner 336x280

Film dokumenter tersebut melihat proses transisi energi Indonesia dari berbagai perspektif. Pemerintah, sejarawan, sektor keuangan, industri, hingga masyarakat juga menjadi bagian dari sudut pandang yang diangkat.

Ketergantungan Energi Fosil Jadi Tantangan

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam proses transisi energi. Salah satunya adalah ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Ketergantungan pada impor minyak membuat sistem energi nasional tidak hanya menghadapi persoalan emisi karbon. Kondisi tersebut juga membuat Indonesia menghadapi risiko ketika harga energi global berubah dan situasi geopolitik mengalami tekanan.

Di sisi lain, batu bara masih memiliki peran besar dalam sistem pembangkitan listrik nasional.

Oleh karena itu, peralihan menuju energi terbarukan perlu dilakukan secara bertahap. Perubahan tersebut membutuhkan pembangunan pembangkit energi bersih, jaringan listrik, teknologi penyimpanan energi, serta kesiapan industri nasional.

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengatakan, energi transisi harus dilihat berdasarkan dampaknya terhadap kepentingan nasional secara lebih luas.

“Transisi energi harus menjawab lima pertanyaan utama: apakah dapat memperkuat ketahanan energi nasional, mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen, berapa biaya yang dibutuhkan, apakah industri manufaktur dalam negeri siap, dan seberapa besar dampaknya dalam mengurangi jejak karbon kita,” ujar Eddy, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, energi bersih tidak cukup hanya dimaknai sebagai penggantian pembangkit berbahan bakar fosil dengan panel surya, pembangkit angin, panas bumi, atau sumber energi terbarukan lainnya.

Indonesia juga perlu memastikan teknologi dan rantai pasok yang dibutuhkan dalam transisi energi dapat berkembang di dalam negeri.

Industri Nasional Perlu Disiapkan

Penguasaan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam transisi energi Indonesia.

Berbagai teknologi yang dibutuhkan antara lain panel surya, baterai, kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, jaringan listrik pintar, hingga teknologi pengelolaan energi.

Pengembangan teknologi tersebut membutuhkan kemampuan manufaktur dalam negeri dan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri hijau.

Transisi energi juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru. Namun, pekerja yang selama ini bergantung pada industri berbasis energi fosil perlu mendapatkan pelatihan agar dapat mengikuti perubahan kebutuhan industri.

Program reskilling dan upskilling menjadi penting untuk membantu pekerja beradaptasi dengan ekonomi rendah karbon.

Pembiayaan Transisi Energi Jadi Tantangan

Selain teknologi dan kesiapan industri, pembiayaan menjadi tantangan lain dalam pengembangan energi bersih di Indonesia.

Direktur CPI Indonesia Tiza Mafira menilai sumber pembiayaan domestik perlu semakin berperan dalam mendukung transisi energi.

Menurut Tiza, investasi transisi energi pada akhirnya dapat memberikan manfaat langsung bagi perekonomian Indonesia.

“Indonesia perlu mengutamakan pembiayaan domestik untuk transisi energi karena manfaatnya kembali kepada Indonesia, mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing investasi, penguatan ketahanan energi, perluasan akses listrik, hingga penciptaan lapangan kerja,” kata Tiza.

Pembiayaan yang kuat diperlukan untuk membangun pembangkit energi terbarukan, memperluas jaringan listrik, mengembangkan teknologi penyimpanan, serta meningkatkan kapasitas industri pendukung.

Potensi Energi Terbarukan Indonesia Besar

Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang besar, termasuk energi surya.

Namun potensi tersebut memerlukan dukungan investasi, infrastruktur, kepastian kebijakan, teknologi penyimpanan energi, dan jaringan listrik yang mampu menyalurkan energi dari lokasi pembangkit menuju pusat kebutuhan.

Pengembangan energi terbaru juga dapat mendukung pemerataan akses listrik.

Pembangunan sumber energi bersih di daerah terpencil berpotensi menyediakan listrik yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.

Dengan demikian, transisi energi tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses energi bagi masyarakat.

Masyarakat Punya Peran dalam Transisi Energi

Aktivis lingkungan Nadine Chandrawinata menilai masyarakat juga memiliki peran dalam proses transisi energi Indonesia.

Menurut Nadine, perubahan menuju energi bersih membutuhkan keterbukaan terhadap teknologi baru. Masyarakat juga perlu memahami bahwa penggunaan energi bersih berkaitan dengan keinginan lingkungan dan kebutuhan generasi mendatang.

Partisipasi masyarakat menjadi penting karena keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh pemerintah dan industri. Perubahan perilaku konsumen serta penerimaan masyarakat terhadap teknologi energi baru juga menjadi bagian dari proses tersebut.

Transisi Energi Harus Memperkuat Perekonomian Indonesia

Pada akhirnya, keberhasilan transisi energi Indonesia tidak cukup diukur dari jumlah emisi karbon yang berhasil dikurangi.

Transformasi energi juga perlu menghasilkan sistem energi yang lebih tahan terhadap dampak global, memperkuat industri nasional, menciptakan lapangan kerja, memperluas akses listrik, dan menjaga daya saing perekonomian.

Oleh karena itu, energi transisi perlu dirancang dengan mempertimbangkan kepentingan sekaligus kepentingan lingkungan ekonomi dan sosial.

Dengan strategi yang tepat, pengembangan energi bersih dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus menciptakan industri baru dan lapangan kerja di masa depan.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *