Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai Lintas Agama di Katedral Jakarta, Toleransi Jadi Kekuatan Bangsa

Edukasi52 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,JAKARTA,— Semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama terasa kuat dalam kegiatan jalan santai lintas agama yang digelar Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (9/5/2026), dalam rangka perayaan 219 tahun Keuskupan Agung Jakarta (KAJ).

Ribuan orang dari latar belakang agama yang berbeda medati pelataran Gereja Katedral di Jakarta Pusat, di tengah teduhnya matahari, sebagian mereka datang dengan baju olahraga berwarna seragam per grup, ada pula yang memilih memakai pakaian adat Jawa, Bali, Betawi, Bugis, dan lain sebagainya.

banner 336x280

Pelataran Gereja Katedral tidak hanya dipenuhi oleh umat Katolik yang ingin beribadah, tetapi juga orang-orang dari lintas agama seperti Protestan, Hindu, Buddha, hingga Konghucu.

Ribuan peserta dari berbagai latar belakang agama dan komunitas. Masing-masing paroki turut mengajak masyarakat lintas iman untuk berpartisipasi sebagai simbol penguatan toleransi dan persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

Salah satu peserta, Philip (65), umat Katolik asal Jakarta Timur, menegaskan bahwa toleransi merupakan fondasi utama kekuatan bangsa. Ia bahkan mengajak sekitar 25 tetangganya yang berbeda keyakinan untuk ikut dalam kegiatan tersebut.

“Bangsa kita itu kuat hanya karena toleransi. Tidak ada toleransi, tak ada kekuatan,” ujar Philip di sela kegiatan.

Menurut Philip, keterlibatan masyarakat lintas agama dalam acara tersebut menjadi bukti bahwa nilai toleransi di Jakarta masih terjaga dengan baik. Ia berharap semangat kebersamaan seperti ini terus dipelihara demi menjaga persatuan bangsa.

Hal senada disampaikan Ustadz Saifuddin (61) dari Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ia mengaku telah tiga tahun berturut-turut mengikuti kegiatan lintas agama dalam perayaan KAJ.

“Kebersamaan dan lintas agama ini sangat bagus sekali untuk Indonesia ini yang banyak ragam agamanya,” kata Saifuddin.

Ia menilai kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, namun juga sarana penting untuk mempererat persaudaraan antarumat beragama. Saifuddin berharap kegiatan serupa dapat lebih sering diadakan agar masyarakat terbiasa hidup berdampingan dalam damai.

Selain itu, kegiatan lintas agama dinilai penting sebagai edukasi bagi generasi bahwa perbedaan muda merupakan keyakinan bukan penghalang untuk saling menghargai, bekerja sama, dan membangun kebersamaan.

Perayaan 219 tahun Keuskupan Agung Jakarta tahun ini pun menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya menjaga toleransi sebagai kekuatan utama dalam merawat persatuan Indonesia yang majemuk.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *