Ingetindonesia.com,Jakarta – Aksi rasis kembali menodai dunia sepak bola Spanyol. Penyerang Real Madrid, Vinícius Jr, menjadi sasaran nyanyian bernada rasis menjelang pertandingan Copa del Rey melawan klub divisi dua, Albacete, di Stadion Carlos Belmonte, Rabu waktu setempat.
Sejumlah orang yang berkumpul di luar stadion di Kota Albacete terdengar melontarkan chant rasis yang ditujukan kepada pemain asal Brasil berusia 25 tahun tersebut. Vinícius Jr memang kerap menjadi korban tindakan diskriminatif selama berkarier di Spanyol, baik di dalam maupun luar stadion.
Menanggapi insiden tersebut, pihak Albacete langsung menyampaikan kecaman melalui media sosial. Klub menegaskan bahwa aksi rasis tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai masyarakat Albacete maupun identitas klub. “Cukup dengan rasisme. Ini benar-benar memalukan dan bukan gambaran orang-orang Albacete ataupun klub,” tulis Albacete dalam pernyataannya.
Meski diwarnai insiden tak menyenangkan, Vinícius Jr tetap masuk dalam susunan pemain inti Real Madrid untuk laga babak 16 besar Copa del Rey tersebut. Pertandingan ini juga menjadi laga perdana Álvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala Real Madrid, menggantikan Xabi Alonso yang telah meninggalkan kursi kepelatihan.
Kasus rasisme terhadap Vinícius Jr bukan kali pertama terjadi. Pada Mei 2025, Spanyol mencatat sejarah penting ketika lima orang dijatuhi hukuman penjara dalam putusan landmark yang menyatakan hinaan rasis di stadion sepak bola sebagai tindak kejahatan kebencian. Putusan itu terkait insiden rasis yang dialami Vinícius saat Real Madrid mengalahkan Real Valladolid 2-0 pada 2022.
Sejak 2022, tercatat sudah ada 18 laporan hukum terkait perilaku rasis terhadap Vinícius Jr. Hingga berita ini diturunkan, Real Madrid belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden terbaru di Albacete.

















