Puncak Waisak di Borobudur Jadi Daya Tarik Wisata Budaya dan Spiritual

Edukasi, Travel370 Views
banner 468x60

IngetIndonesia.com,Magelang – Candi Borobudur siap menjadi perayaan puncak Hari Tri Suci Waisak 2569 BE yang jatuh pada Senin, 12 Mei 2025. Ribuan umat Buddha dari berbagai penjuru Indonesia diperkirakan akan menghadiri momen sakral yang memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama: kelahiran, pencerahan, dan parinibbana.

Perayaan Waisak kali ini mengusung tema ‘Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia’, selaras dengan Asta Program Prioritas Menteri Agama. Rangkaian acara yang diharapkan tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga ajakan bagi umat untuk mengimplementasikan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan.

banner 336x280

Pembimbing Masyarakat Buddha Kementerian Agama Jawa Tengah, Karbono, menekankan pentingnya mengubah nilai-nilai Budha dalam tindakan nyata. “Mari kita hadirkan refleksi nilai-nilai Budha dalam praktik kehidupan nyata, menciptakan ruang pertemuan antara nilai spiritual dengan aksi sosial, antara sakralitas dan kemanusiaan,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers InJourney, Jumat (9/5/2025).

Bhikkhu Dhammavuddho Thera menambahkan bahwa ajaran Buddha mendorong umat untuk menjaga perdamaian dan kerukunan melalui Saraniya Dhamma Sutta. “Makna spiritual dari perayaan Waisak di kawasan Candi Borobudur tidak hanya terbatas pada ritual atau seremonial semata, tetapi mencakup penghayatan mendalam terhadap ajaran Buddha yang menyentuh dimensi batin, kesadaran, dan tujuan hidup manusia,” jelasnya.

Sub Koordinator Museum dan Cagar Budaya Warisan Dunia Borobudur, Wiwit Kasiyati, menyatakan bahwa Candi Borobudur bukan hanya situs religi, tetapi juga warisan budaya dunia yang terbuka bagi semua. “Borobudur tidak hanya menyimpan nilai-nilai spiritual yang humanis, tetapi juga mencerminkan kebesaran peradaban masa lalu yang masih memberi makna bagi kehidupan masa kini. Mari kita maknai Borobudur secara lebih luas sebagai ruang budaya yang aktif, tempat bertemunya berbagai nilai spiritual, sejarah, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Rangkaian Acara Meriah Sambut Puncak Waisak

Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2569 BE, Karuna Murdaya, menjelaskan bahwa rangkaian acara telah dimulai sejak 4 Mei 2025 dan akan mencapai puncaknya pada detik-detik Waisak (pukul 23.55.29 WIB) di area Candi Borobudur pada 12 Mei 2025.

Beberapa kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan meliputi karya bakti serentak di Taman Makam Pahlawan (4/5), bakti sosial pengobatan gratis di Candi Borobudur (10-11/5), pengambilan Api Dharma di Mrapen dan ritual pensakralan Candi Mendut (10/5), pengambilan Air Berkah di Umbul Jumprit dan ritual pensakralan Candi Mendut (11/5), kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, pelepasan lampion, dan detik-detik Waisak.

Perayaan ini juga memberikan dampak sosial melalui pengobatan gratis bagi 8.000 orang (10-11/5) di Taman Lumbini, Taman kompleks Wisata Candi Borobudur. “Rangkaian perayaan Waisak 2025 ini diharapkan menjadi kegiatan yang memiliki nilai spiritual serta sosial dengan dilakukannya pengobatan gratis yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar serta memperkuat semangat kebersamaan dalam keanekaragaman,” ujar Karuna Murdaya.

Festival Lampion dan Drone Show Jadi Daya Tarik Tambahan

Salah satu acara yang paling dinanti adalah Festival Lampion Waisak Borobudur “Light of Peace 2025” yang akan dilaksanakan dalam dua sesi pada 12 Mei 2025. Sebanyak 2.569 lampion akan diterbangkan, melambangkan tahun penyelenggaraan Waisak. Ketua Panitia Festival Lampion, Fatmawati, mengajak peserta untuk mengenakan pakaian sopan berwarna putih.

Selain itu, Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI) bekerja sama dengan Drone Show Indonesia akan menampilkan pertunjukan visual yang menggambarkan perjalanan pencerahan Sang Buddha. “Cerita visual edukatif melalui storytelling ini harapannya bisa membawa makna Waisak lebih dalam dan dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat,” kata Fatmawati.

Kedatangan Bhikkhu Thudong Disambut Meriah

Sebanyak 36 biksu Thudong yang telah menempuh perjalanan spiritual sejauh 2.763 km dari Thailand dihadiri tiba di Candi Borobudur pada tanggal 10 Mei 2025. Perjalanan panjang mereka disambut antusias oleh masyarakat di berbagai daerah yang dilalui. Ketua Panitia Thudong 2025, Kevin Wu, menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan ini.

InJourney Pastikan Kelancaran dan Dampak Positif Perayaan

Holding BUMN Pariwisata, InJourney, bersama anak usahanya, PT Taman Wisata Candi Borobudur (IDM), memastikan kesiapan Candi Borobudur untuk perayaan Waisak yang aman dan lancar. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan komitmen untuk menjadikan Borobudur sebagai ekosistem pariwisata spiritual yang inklusif dan berkelanjutan.

Direktur Utama IDM, Febrina Intan, menambahkan bahwa perayaan Waisak ini diharapkan dapat memperkuat posisi Borobudur sebagai simbol perdamaian dan kerukunan umat manusia. Untuk mendukung kelancaran acara, kunjungan naik Candi Borobudur akan ditutup sementara pada 12 Mei 2025, dan kunjungan di pelataran akan ditutup pukul 12.00 WIB. Tiket untuk menonton pelepasan lampion telah dibuka secara online.

IDM memperkirakan sekitar 90 ribu umat dan wisatawan akan hadir di Candi Borobudur pada periode 5-13 Mei 2025, meningkat dari tahun sebelumnya. Kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, POLRI, dan petugas kesehatan, juga telah dilakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Waisak Gerakkan Ekonomi Lokal

Perayaan Waisak tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat lokal. Lebih dari 1.900 UMKM lokal terlibat dalam berbagai aspek perayaan, dan lebih dari 1.000 tenaga kerja lokal turut dilibatkan. Tingkat hunian hotel dan homestay di sekitar Borobudur dilaporkan telah mencapai 100% pada 11-12 Mei 2025.

Febrina Intan berharap kehadiran Candi Borobudur dalam perayaan Waisak ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. “Waisak di Borobudur bukan hanya refleksi nilai-nilai Budha dalam mempraktikkan kehidupan nyata tetapi menciptakan ruang pertemuan antara spiritual dan aksi sosial, antara sakralitas dan kemanusiaan yang berdampak nyata, baik bagi jiwa individu maupun masyarakat luas, terutama mereka yang tinggal di sekitar Borobudur,” tutupnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *