Presiden Prabowo: Laut Indonesia Sepenting Selat Hormuz, 70 Persen Energi Asia Timur Melintas

Berita306 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi strategis wilayah laut Indonesia yang dinilai memiliki peran vital bagi dunia, setara dengan Selat Hormuz yang selama ini dikenal menentukan harga minyak global.

Dalam pengarahan pada rapat kerja pemerintahan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026), Prabowo mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen kebutuhan energi dan perdagangan Asia Timur melintasi perairan Indonesia.

banner 336x280

“Yang sekarang, kuncinya Hormuz itu dipegang oleh satu negara. Tapi, sadarkah kita? Bahwa 70 persen kebutuhan energi Asia Timur, 70 persen perdagangan lewat laut-laut Indonesia,” ujar Prabowo.

Ia menyebut sejumlah jalur strategis seperti Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar sebagai bagian penting dari lalu lintas global yang berada di wilayah Indonesia. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan betapa pentingnya posisi Indonesia di mata dunia.

“Sadarkah kita betapa pentingnya Indonesia,” tegasnya.

Prabowo menilai, posisi strategis tersebut membuat Indonesia selalu menjadi perhatian global. Karena itu, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat dan pengelolaan negara yang tepat agar potensi besar tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain faktor geografis, Presiden juga menyoroti kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah. Ia optimistis Indonesia mampu menjadi negara kuat dan makmur jika seluruh potensi tersebut dikelola dengan baik.

“Kita sendiri tidak sadar betapa besarnya bangsa Indonesia, betapa kayanya bangsa Indonesia, betapa kuatnya bangsa Indonesia,” katanya.

Namun, Prabowo mengingatkan adanya potensi ancaman dari pihak asing yang ingin menguasai kekayaan Indonesia dengan cara memecah belah bangsa, sebagaimana praktik divide et impera yang telah terjadi sejak lama dalam sejarah.

“Ratusan tahun ego dan ambisi ini digunakan oleh kekuatan asing. Ini bukan hal baru,” ujarnya.

Untuk itu, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa bersatu dalam memperkuat negara, termasuk melalui upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan dan energi sebagai bagian dari penguatan kedaulatan nasional.

Ia pun menekankan bahwa satu tahun ke depan menjadi periode krusial dalam upaya memperkuat fondasi bangsa.

“Yang saya anggap kritis adalah satu tahun ke depan, 12 bulan. Sesudah 12 bulan, kita akan menjadi sangat kuat,” pungkasnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *