Pramono Anung Paparkan Transformasi Ekonomi Jakarta Berbasis SDGs di Markas PBB

Berita, Ekonomi727 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,NewYork- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengarusutamakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke dalam seluruh kebijakan dan program ekonomi lokal. Hal ini disampaikannya saat menghadiri High-Level Political Forum: Local and Regional Governments Forum di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat.

Dalam forum bergengsi tersebut, Pramono menyoroti bahwa transformasi Jakarta menuju kota global pada 2030 tidak bisa dilepaskan dari strategi pembangunan berkelanjutan. “Hal ini membutuhkan perubahan mendasar dalam daya tarik kota, penyediaan infrastruktur, transformasi birokrasi, dukungan politik, komunikasi publik yang transparan, serta kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

banner 336x280

Transformasi Ekonomi Berbasis Inklusi dan Kolaborasi

Transformasi ekonomi Jakarta diarahkan untuk mendorong pertumbuhan inklusif, melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan partisipatif masyarakat. Pramono menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan mencakup penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta pembangunan infrastruktur hijau dan digital.

“Upaya pembangunan berkelanjutan yang kami lakukan membentuk Jakarta menjadi kota global yang sejalan dengan agenda kami pada 2030,” tegasnya.

Pencapaian Ekonomi dan Sosial: Jakarta Menuju Kota Berkeadilan

Dalam bidang sosial dan ekonomi, Jakarta menunjukkan pencapaian signifikan, termasuk dalam pengurangan ketimpangan gender yang berpengaruh terhadap produktivitas ekonomi. “Pada 2024, Jakarta mencatat Indeks Ketimpangan Gender terendah secara nasional,” ungkap Pramono.

Upaya tersebut didukung oleh kebijakan yang sensitif gender, seperti penyediaan bus khusus perempuan, kampanye antipelecehan di TransJakarta, serta perpanjangan jam operasional taman yang dilengkapi dengan sistem pencahayaan dan pengawasan yang lebih baik — semuanya berkontribusi pada kenyamanan dan produktivitas masyarakat, khususnya perempuan pekerja.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, Jakarta tak hanya memperbaiki kualitas hidup masyarakatnya, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi di tingkat global. Gubernur Pramono mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melihat Jakarta sebagai pelopor pembangunan nasional yang tangguh dan terintegrasi.

“Mari kita posisikan Jakarta sebagai pelopor pembangunan nasional yang tangguh, inklusif, dan terintegrasi secara global. Jakarta harus menjadi tempat di mana setiap orang memiliki ruang, dan tidak ada satu pun yang tertinggal,” tutupnya.

Kehadiran Pramono dalam forum PBB ini sekaligus menjadi langkah diplomasi ekonomi yang menegaskan posisi Jakarta dalam jaringan kota-kota dunia yang berorientasi pada pembangunan hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *