Ingetindonesia.com,Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pembangunan Jakarta tidak boleh hanya fokus pada infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, penguatan identitas budaya harus menjadi bagian penting dalam mewujudkan Jakarta menjadi kota global yang tetap berakar pada tradisi dan nilai-nilai budaya.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri perhelatan budaya “Kharisma Batavia Menuju Jakarta” di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Pemprov DKI Jakarta Beri Ruang Luas bagi Ekspresi Budaya
Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi ekspresi kebudayaan sebagai bagian dari penguatan karakter ibu kota.
Menurutnya, Jakarta merupakan kota yang multikultural, multietnis, dan terbuka. Oleh karena itu, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan kota.
“ Inilah yang namanya budaya kita, kita rawat bersama-sama. Apalagi kebaya ini merupakan warisan budaya takbenda yang sudah diakui UNESCO. Kalau bukan kita yang merawat, pasti tidak ada, ” ujar Pramono.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan berbagai ruang publik strategis untuk menjadi pusat kegiatan seni dan budaya, antara lain:
- Balai Kota DKI Jakarta
- Kawasan Kota Tua
- Lapangan Banteng
- Kawasan Maramis
Lokasi-lokasi tersebut akan dimanfaatkan secara aktif untuk berbagai pertunjukan seni tradisional dan kegiatan kebudayaan lainnya.
Kebaya Jadi Simbol Pelestarian Budaya Indonesia
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyoroti pentingnya menjaga keberagaman kebaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia menyebut pelestarian kebaya tidak hanya mencakup kebaya Betawi, tetapi juga kebaya Enci, Jawa, Madura, hingga berbagai ragam kebaya nusantara lainnya.
Menurutnya, keberadaan kebaya menjadi simbol kekayaan budaya Indonesia yang harus terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Kharisma Batavia Menuju Jakarta Sambut 500 Tahun Jakarta
Acara Kharisma Batavia Menuju Jakarta merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta bersama Perhimpunan Kebayaku.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut 500 Tahun Kota Jakarta pada tahun 2027 dan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta sejumlah duta besar negara sahabat.
Mengusung tema “Kharisma Batavia Menuju Jakarta” , acara ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam memperkuat pelestarian budaya lokal di tengah Jakarta transformasi menjadi kota global.
Pramono juga memberikan apresiasi kepada Perhimpunan Kebayaku atas konsistensinya menjaga eksistensi kebaya melalui berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan masyarakat lintas generasi.
Perhimpunan Kebayaku: Kota Dibangun oleh Sejarah dan Budaya
Ketua Perhimpunan Kebayaku, Nunun Daradjatun, mengatakan tema acara tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang sejarah Jakarta sekaligus ajakan untuk kembali memahami akar budaya bangsa.
Menurutnya, kota besar tidak hanya dibangun melalui gedung pencakar langit maupun infrastruktur modern, tetapi juga melalui sejarah, nilai-nilai luhur, dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
” Batavia mungkin sudah berganti nama menjadi Jakarta sekarang.Tetapi sebuah kota tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung dan jalan-jalan, melainkan dibangun oleh sejarah, nilai-nilai yang diwariskan, serta budaya yang hidup di tengah masyarakat Jakarta dan Betawi, ” kata Nunun.
Ia menambahkan bahwa kebaya merupakan warisan budaya yang terus berkembang mengikuti tanpa zaman kehilangan identitasnya.
Bagi Nunun, kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan simbol ketulusan, ketangguhan perempuan Indonesia, serta cerminan jati diri bangsa yang perlu terus dijaga.
Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Nusantara.
















![[BTS #1] Blood Brothers_ Bara Naga (2)](https://ingetindonesia.com/wp-content/uploads/2025/05/BTS-1-Blood-Brothers_-Bara-Naga-2-300x178.jpeg)


