Prabowo Tegaskan Perang Melawan Korupsi, Siap Hadapi Perlawanan Kelompok Berkepentingan

Berita, Finance1021 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya melawan korupsi sebagai bagian dari agenda besar transformasi ekonomi nasional berbasis Pancasila. Namun, ia mengakui langkah tersebut tidak akan berjalan mudah karena berpotensi mendapat perlawanan dari kelompok-kelompok yang selama ini menikmati praktik korupsi dan ekonomi ilegal.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026).

banner 336x280

Menurut Presiden, perubahan besar dalam tata kelola ekonomi nasional pasti menghadapi hambatan dari pihak-pihak yang diuntungkan oleh kebocoran anggaran, penyelundupan, dan praktik ekonomi melawan hukum.

“Suatu transformasi, suatu perubahan yang besar tidak mudah. Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan, mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal,” kata Prabowo.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu penegasan paling kuat Presiden terkait komitmennya terhadap pemberantasan korupsi di tengah agenda reformasi ekonomi pemerintahannya.

Prabowo menilai korupsi bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, tetapi ancaman serius bagi masa depan bangsa karena menghambat pembangunan dan melemahkan kedaulatan ekonomi nasional.

Ia menegaskan pemerintah harus berani mengambil keputusan sulit demi melindungi kepentingan rakyat, meskipun langkah tersebut berpotensi memicu penolakan dari kelompok berkepentingan.

“Kita mungkin menghadapi perlawanan dari mereka yang tidak cinta tanah air, bahkan berusaha terus memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar harus berani mengambil keputusan yang benar walaupun sulit,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaitkan perang melawan korupsi dengan upaya membangun ekonomi Pancasila, yakni model pembangunan yang menempatkan kesejahteraan rakyat, kemandirian bangsa, dan pengelolaan kekayaan nasional sebagai prioritas.

Menurutnya, pemerintah saat ini menjalankan sejumlah program strategis yang bertujuan menutup ruang kebocoran ekonomi negara.

Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan hilirisasi sumber daya alam, pembangunan ketahanan pangan, pengembangan koperasi dan ekonomi desa, hingga perbaikan tata kelola pengelolaan kekayaan negara.

“Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri,” tegas Prabowo.

Presiden juga menyoroti pentingnya keberanian politik dalam menjalankan agenda antikorupsi. Ia mengingatkan pemerintah tidak boleh memilih jalan mudah yang hanya menguntungkan jangka pendek tetapi merugikan generasi mendatang.

“Kita harus berani membela rakyat kita. Kita tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek, tetapi mengorbankan masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita,” katanya.

Bagi Prabowo, perjuangan melawan korupsi juga berkaitan langsung dengan upaya menjaga kedaulatan bangsa. Ia menekankan Indonesia harus mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dan tidak bergantung pada pihak luar.

“Tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran. Kita tidak mau menjadi bangsa yang tergantung pada bangsa lain,” ujar Presiden.

Melalui pidato Hari Lahir Pancasila tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan sekadar agenda penegakan hukum, melainkan bagian dari perjuangan membangun ekonomi nasional yang lebih adil, mandiri, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *