Prabowo Tegaskan MBG Dilanjutkan, Soroti Korupsi Anggaran Makan Anak

Berita1326 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Prabowo, program tersebut penting untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan makanan bergizi sekaligus membantu mengatasi masalah stunting.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

banner 336x280

Prabowo mengatakan program MBG akan terus dilaksanakan dengan sejumlah perbaikan dan efisiensi.

“Kita tidak boleh menerima satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting, kita tidak boleh menerima itu. Karena itu, saya bertekad teruskan program MBG tapi dengan perbaikan, dengan efisiensi,” ujar Prabowo.

Prabowo Geram Ada Korupsi Dana MBG

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan kemarahannya terhadap pihak yang melakukan korupsi terhadap anggaran program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, tindakan korupsi terhadap anggaran makanan yang diperuntukkan bagi anak-anak merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan.

“Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini, ini adalah orang-orang biadab, ini adalah orang-orang yang tidak pantas kita hormati,” tegas Prabowo.

Prabowo menilai praktik tersebut bertentangan dengan nilai kemanusiaan karena menyangkut kebutuhan dasar anak-anak.

“Menurut saya, ini sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 6 juta data penerima MBG yang terindikasi ganda dalam proses pemutakhiran data.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan temuan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya jutaan penerima fiktif. Data ganda dapat terjadi karena seorang anak tercatat dalam lebih dari satu kategori pendidikan.

“Kita menemukan ada praktik lama ya, ada data-data yang dobel yaitu sekitar ada 6 juta dobel ya,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Ia memberikan contoh seorang santri yang tercatat sebagai penerima manfaat di pesantren, tetapi pada saat yang sama juga terdaftar sebagai siswa di sekolah lain.

“Biasanya misalnya orang di pesantren, dia dicatat di pondok itu tapi dia sekolah di SMP mana. Jadi itu dicatat dobel. Tapi bukan berarti 6 juta terus kali-kali-kali sekian miliar,” jelasnya.

BGN Temukan 414 Dapur MBG Bermasalah

Selain persoalan data ganda, BGN juga menemukan 414 dapur yang terindikasi belum tersedia, tetapi rekening virtual atau Virtual Account (VA) telah diisi dana.

Atas temuan tersebut, BGN mengembalikan dana sebesar Rp311 miliar.

Langkah pengembalian dana dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola dan memastikan anggaran program MBG digunakan sesuai peruntukannya.

Untuk meningkatkan akurasi data penerima manfaat, BGN menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Kerja sama tersebut ditujukan untuk melakukan pemutakhiran data kependudukan sehingga penerima manfaat MBG dapat diverifikasi dengan lebih akurat.

Perbaikan data menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program MBG. Pemerintah juga menghadapi tantangan untuk memastikan anggaran yang disalurkan benar-benar diterima oleh penerima manfaat yang sesuai.

Prabowo menegaskan program Makan Bergizi Gratis tetap akan dilanjutkan dengan perbaikan dan efisiensi. Pemerintah juga dituntut memperkuat pengawasan agar program tersebut dapat mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan pemenuhan gizi anak sekaligus membantu menekan angka stunting di Indonesia.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *