Ingetindonesia.com,Tapanuli- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memilih menghabiskan malam pergantian Tahun Baru 2025 menuju 2026 dengan cara sederhana bersama warga terdampak bencana di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa meskipun sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing, pemerintah tetap memastikan pengungsian berfungsi sebagai pusat layanan darurat, termasuk dapur umum dan distribusi logistik.
“Jadi di pengungsian itu, di sini kan di Batang Toru, Tapanuli Selatan, mayoritas sudah kembali ke rumah masing-masing. Tapi di pengungsian itu tetap ada dapur, kemudian logistik di situ, jadi kadang kala datang masyarakat dan kembali,” ujar Presiden Prabowo.
Selain agenda sosial, kunjungan kerja Presiden juga berfokus pada perbaikan infrastruktur pascabencana. Siang hari, Presiden Prabowo meninjau langsung penyelesaian pembangunan Jembatan Bailey Sungai Garoga sepanjang 44 meter. Jembatan tersebut merupakan jembatan ke-13 yang berhasil dirampungkan pascabencana.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebutkan bahwa jembatan tersebut sudah mulai dapat digunakan oleh masyarakat, meski masih dalam tahap uji coba keamanan dengan sistem buka-tutup.
“Sudah bisa diakses. Tentunya karena baru dua hari, masih ada buka tutup dan gantian. Biasanya kita tes agar walaupun selesai cepat, tapi kita mau aman. Jadi tidak hanya asal cepat, yang penting aman juga,” jelas Teddy.
Pulihnya akses transportasi tersebut berdampak positif terhadap roda perekonomian masyarakat setempat. Menurut Teddy, aktivitas ekonomi yang sebelumnya sempat terhenti kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
“Ini kan perbatasan dan salah satu rute yang sulit juga, kanan kirinya sedang pembersihan. Tapi sudah beberapa minggu ini, Anda lihat sendiri ekonomi sudah berjalan. Warga, warung-warung buka, kemudian toko-toko dan UMKM sudah buka,” katanya.
Lebih lanjut, Teddy mengungkapkan agenda Presiden Prabowo pada hari pertama Tahun 2026. Presiden dijadwalkan bertolak ke Provinsi Aceh untuk meninjau proyek pembangunan perumahan yang dikelola oleh Danantara di Aceh Tamiang.
“Besok pagi ke Aceh Tamiang. Ada rumah perumahan yang dibuat Danantara. Instruksi Bapak Presiden, besok kita cek. Seharusnya 500 hingga 600 unit insyaallah jadi, besok kita cek,” tutupnya.












