Prabowo Kritik BUMN Tidak Produktif, 290 Perusahaan Sudah Ditutup

Berita, Ekonomi548 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,JAKARTA –Presiden Prabowo Subianto menyoroti banyaknya BUMN tidak produktif dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026). Prabowo menyebut pemerintah menemukan terlalu banyak perusahaan negara yang tidak memberikan nilai tambah.

Prabowo bahkan mengkritik laporan keuntungan sejumlah BUMN yang menurutnya tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

banner 336x280

“Saya laporkan semua, saya takut rakyat kita marah. Terlalu banyak BUMN tidak produktif, ngarang aja itu untungnya,” kata Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Prabowo Temukan 1.074 BUMN dan Anak Usaha

Menurut Prabowo, persoalan BUMN tersebut ditemukan setelah pemerintah membentuk Danantara.

Dalam proses tersebut, pemerintah menemukan terdapat 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya.

Prabowo menilai jumlah tersebut terlalu besar. Selain banyak perusahaan yang tidak produktif, pemerintah juga menemukan terlalu banyak lapisan direksi dan komisaris.

“Ketika kita bentuk Danantara, kita menemukan ada 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya. Terlalu banyak yang tidak produktif. Terlalu banyak lapisan direksi dan komisaris,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa BUMN merupakan milik rakyat Indonesia. Karena itu, perusahaan negara tidak boleh digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu.

“BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik direksi. Bukan milik komisaris. Bukan pula sumber dana bagi penguasa,” tegasnya.

Pemerintah kemudian melakukan restrukturisasi BUMN untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Prabowo mengatakan sebanyak 290 BUMN telah ditutup. Pemerintah menargetkan jumlah BUMN yang tersisa paling banyak 300 perusahaan pada akhir 2026.

“Dengan bangga saya mau laporkan, hari ini saya melaporkan kepada Majelis yang terhormat, kita telah tutup 290 BUMN. Pada akhir tahun ini, kita targetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup,” kata Prabowo.

Pemerintah hanya akan mempertahankan perusahaan negara yang dinilai mampu menghasilkan nilai tambah.

“Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan,” ujarnya.

Restrukturisasi BUMN Hemat Rp50 Triliun

Menurut Prabowo, perampingan BUMN telah memberikan penghematan biaya operasional sekitar Rp50 triliun.

Penghematan tersebut berasal dari berbagai biaya, termasuk gaji direksi, komisaris, dan sewa gedung.

“Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini kita telah hemat overhead sekitar 50 triliun Rupiah,” ujar Prabowo.

Dana hasil efisiensi tersebut, lanjut Prabowo, akan dialihkan untuk kegiatan yang dinilai lebih produktif.

“Uang itu sekarang kita gunakan untuk investasi, untuk industrialisasi, untuk peningkatan pelayanan, dan hal-hal yang langsung bermanfaat bagi rakyat,” katanya.

Prabowo: Kekayaan BUMN Harus Kembali ke Rakyat

Prabowo menegaskan bahwa pembenahan BUMN dilakukan untuk menjaga kekayaan negara agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Menurutnya, perusahaan negara harus mampu memberikan kontribusi nyata melalui investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan, dan kegiatan produktif lainnya.

“Selain itu, kita juga telah melaksanakan perintah Undang Undang Dasar 1945 untuk menjaga kekayaan bangsa Indonesia, agar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tutur Prabowo.

Dengan restrukturisasi tersebut, pemerintah berharap pengelolaan BUMN menjadi lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *