Ingetindonesia.com,LAMPUNG – Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran peringatan sekaligus kepada para pengusaha saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Lampung, Rabu (10/6/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum dan tata kelola usaha yang bersih di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pidato yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden itu berlangsung dalam suasana santai namun penuh pesan tegas. Di hadapan para pengusaha muda dan senior HIPMI, Prabowo mengaku memahami karakter dunia usaha karena telah lama mengenal sejumlah tokoh HIPMI sejak masa mudanya.
“Pengusaha Indonesia banyak dosanya! Betul? Lu semua nggak bisa bohong sama gue, gue udah ngerti lho. Tokoh HIPMI ini gue kenal dari kecil lho,” ujar Prabowo yang disambut tawa dan riuh peserta.
Meski disampaikan dengan nada bercanda, Prabowo menegaskan bahwa masa lalu tidak perlu terus dipersoalkan. Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun dunia usaha yang sehat, transparan, dan taat hukum ke depan.
“Tapi sudah lah, jangan apa-apa dosa, kita tutup. Kita bangkit menatap ke depan. Sekarang jangan coba-coba melanggar hukum, saudara akan kalah,” tegasnya.
Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membuat berbagai bentuk pelanggaran semakin mudah terdeteksi. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau kecerdasan buatan (AI), menurutnya, memungkinkan pengawasan dan pemeriksaan dokumen dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
“Sekarang ada teknologi, ada AI. Semua dokumen setebal tebalnya bisa dibaca lima menit, kontrak bisa dibaca lima menit,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengajak para pengusaha muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan nasional. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia jika seluruh sumber daya dikelola secara efektif dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Menurutnya, pengusaha memiliki tanggung jawab untuk ikut menggerakkan perekonomian nasional sekaligus menciptakan kesejahteraan yang dapat dirasakan masyarakat luas.
“Semua negara melihat sebenarnya Indonesia tidak terbendung. Kita sudah algoritmanya, sudah ada hitungannya. Kalau kita pandai dan cerdas, 2045 kita akan menjadi negara ekonomi keempat terbesar,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari dorongan Presiden agar dunia usaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat tata kelola perusahaan, serta mendukung agenda pembangunan menuju nasional Indonesia Emas 2045.
Munas HIPMI XVIII sendiri menjadi ajang konsolidasi organisasi pengusaha muda sekaligus forum diskusi mengenai berbagai tantangan dan peluang ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang. Dalam forum itu, pemerintah kembali menekankan pentingnya kolaborasi antara negara dan pelaku usaha untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif

















