Prabowo Geram Korupsi di RI Parah: Orang Pintar Itu Sering Nyolong

Berita, Ekonomi154 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi yang masih marak di Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025).

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti kondisi korupsi yang menurutnya sudah berada pada tingkat yang sangat memprihatinkan.

“Kita tidak bisa pungkiri, korupsi masih sangat terjadi di bangsa kita ini. Memang hampir semua negara ada korupsi, tapi korupsi di kita harus kita akui dalam keadaan yang sangat-sangat memprihatinkan,” ujarnya.

banner 336x280

Prabowo mengaku terkejut setelah mengambil alih pemerintahan dan menemukan praktik korupsi jauh lebih parah dari yang ia bayangkan. “Tapi saya bertekad harus menegakkan pemerintahan yang bersih. Hanya dengan pemerintah yang bersih Indonesia bisa bangkit,” tegasnya.

Ia menekankan, kekayaan Indonesia yang melimpah seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Namun, kelemahan elite serta perilaku sebagian orang pintar justru membuat negara merugi.
“Repotnya orang pintar itu sering pintar nyolong. Aku heran juga ini gimana caranya,” kata Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Prabowo menyinggung praktik korupsi terselubung yang dianggap lebih berbahaya karena tampak legal. “Penyimpangan paling besar itu setengah korupsi, atau korupsi yang tersamar. Seolah-olah legal tapi nyolong. Ini pintarnya, pintarnya orang pintar,” ucapnya.

Prabowo juga berkata, kerugian negara yang ditimbulkan para koruptor, mulai dari triliunan hingga ratusan triliun rupiah per tahun.

“Ya koruptor itu brengsek, dia nyolong berat. Ada yang nyolong Rp 2 triliun, Rp 3 triliun. Kalau saya cerita berapa ratus triliun uang negara yang hilang hampir tiap tahun, mungkin kalian gak geleng-geleng kepala lagi, harus panggil dokter. Serius ini,” tegasnya.

Prabowo menegaskan akan memanggil Jaksa Agung dan seluruh penegak hukum untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi. “Saya ambil kesimpulan, saya akan memanggil Jaksa Agung, semua penegak hukum. Saya akan memanggil,” simpulannya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *