Polda Metro: Massa dari Pati Bukan Pemicu Kerusuhan, Ada Kelompok Perusuh

Berita401 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,JAKARTA — Polda Metro Jaya memastikan massa aksi dari Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bukan pemicu kerusuhan yang terjadi di sekitar Gedung DPR/MPR, Pejompongan, hingga Slipi, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026) malam hingga Jumat (28/8/2026) dini hari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan kerusuhan dipicu oleh kelompok lain yang disebut sebagai kelompok perusuh atau pengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

banner 336x280

“Itu adalah ulah kelompok perusuh atau pengganggu kamtibmas,” ujar Budi saat dikonfirmasi.

Massa dari Pati Membubarkan Diri

Budi menjelaskan, massa AMPB yang berada di sekitar Gedung DPR/MPR telah membubarkan diri setelah bertemu dengan pimpinan DPR.

Massa yang berada di bawah koordinasi Supriyono alias Botok tersebut mulai meninggalkan lokasi secara bertahap sekitar pukul 12.30 WIB.

“Memang dari sore (kemarin), setelah masyarakat AMPB kembali diterima oleh petinggi dari dewan, itu sudah kembali. Akhirnya beberapa masyarakat tidak melakukan penyampaian aspirasi,” kata Budi.

Menurut Budi, kelompok yang kemudian terlibat dalam kerusuhan justru melakukan sejumlah aksi perusakan di sekitar Gedung DPR. Di antaranya merusak fasilitas, membakar sejumlah benda, hingga menghancurkan tanaman di kawasan tersebut.

Namun, polisi belum membeberkan identitas kelompok yang disebut sebagai perusuh tersebut.

Budi mengatakan kepolisian saat ini lebih memprioritaskan pemulihan keamanan dan ketertiban agar aktivitas masyarakat kembali normal.

“Kami mengajak seluruh pihak menahan diri, tidak terpancing provokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Massa Kerusuhan di Pejompongan Disebut Bukan Warga Jakarta

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengungkapkan bahwa massa yang terlibat kerusuhan di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, bukan merupakan warga setempat.

Hal tersebut disampaikan Arifin saat meninjau lokasi kerusuhan pada Jumat (28/8/2026). Ia mengaku sempat berbincang dengan sejumlah warga yang kehilangan teman-temannya serta beberapa orang yang berada di lokasi kerusuhan.

“Bukan warga setempat, bukan warga sini. Warga dari luar,” kata Arifin kepada awak media.

Kondisi Jakarta Mulai Kembali Normal

Di sisi lain, kondisi sejumlah ruas jalan di Jakarta mulai berangsur normal setelah kerusuhan. Jalur dari Slipi hingga Tomang dilaporkan relatif aman, sementara arus lalu lintas pada Jumat pagi hingga siang kembali berjalan normal.

Untuk wilayah Kemanggisan, Arifin menyebut terdapat lima truk yang menjadi sasaran pengrusakan massa. Namun, ia memastikan tidak ada truk yang dibakar.

“Di Kemanggisan kalau truk yang dibakar nggak ada. Memang ada pengrusakan, cuma nggak ada pembakaran,” ujarnya.

Polda Metro Jaya pun mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait pihak yang bertanggung jawab atas kerusuhan. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang dapat memperkeruh situasi.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *