PLN Minta Maaf, Ungkap Penyebab Listrik Padam Massal di Sejumlah Wilayah Sumatera

Berita1065 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta – PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Sumatera sejak Jumat malam (23/5/2026).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan gangguan tersebut berdampak pada wilayah Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.

banner 336x280

“Kami atas nama PT PLN Persero menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang berada di Sumatera, terutama di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh karena adanya gangguan sistem kelistrikan sejak tadi malam,” ujar Darmawan dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Darmawan, gangguan mulai terjadi pada pukul 18.44 WIB. Setelah kejadian, PLN langsung melaporkan kondisi tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.

PLN mengungkapkan indikasi awal terjadinya pemadaman massal berasal dari gangguan cuaca yang mempengaruhi jalur transmisi 275 KV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan pada jalur tersebut menyebabkan sistem transmisi keluar dari jaringan kelistrikan Sumatera.

Dampaknya, sejumlah pembangkit mengalami guncangan sistem. Di beberapa wilayah terjadi kelebihan pasokan listrik atau kelebihan pasokan akibat hilangnya beban secara tiba-tiba, yang menyebabkan kenaikan frekuensi dan tegangan hingga pembangkit otomatis keluar dari sistem.

Sementara di wilayah lain terjadi kekurangan pasokan daya karena berkurangnya jumlah pembangkit yang beroperasi. Penurunan frekuensi dan tegangan kemudian membebani lain hingga memicu gangguan berat.

“Gangguan ini berlaku domino sehingga terjadi gangguan sistem ketenagalistrikan dari Jambi, Riau, Sumatera Utara sampai ke Aceh. Ini adalah gangguan kelistrikan yang cukup luas di wilayah Sumatera,” kata Darmawan.

PLN memanggil seluruh tim langsung diterjunkan untuk melakukan asesmen pada gardu induk dan jaringan transmisi. Dalam waktu sekitar dua jam, sistem gardu induk dan transmisi berhasil memecahkan masalah.

Namun, tantangan berikutnya adalah menyalakan kembali pembangkit listrik yang terdampak. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap, mulai dari menyalakan pembangkit, menghubungkannya ke jaringan transmisi melalui gardu induk, hingga melakukan sinkronisasi sistem.

PLN menjelaskan waktu pemulihan tiap pembangkit berbeda. Pembangkit hidro dan gas dapat dinyalakan lebih cepat, sekitar 5–15 jam. Sementara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui proses pemanasan udara menjadi uap sebelum beroperasi kembali.

Darmawan mengatakan PLN telah mulai menyalakan pembangkit listrik tenaga air dan gas sejak Jumat malam secara bertahap. Sejumlah wilayah di Sumatera bagian selatan, tengah, hingga utara disebut mulai kembali menikmati aliran listrik.

“Sebagian sistem di Sumatera bagian selatan, Sumatera bagian tengah, Sumatera bagian utara, baik Sumatera Utara maupun Aceh, mulai dari tadi padam total, mulai muncul titik-titik di mana listrik sudah mulai menyala,” ujarnya.

Meski demikian, pemulihan penuh sistem kelistrikan Sumatera masih membutuhkan waktu karena sejumlah PLTU batu bara masih dalam proses persiapan dan sinkronisasi dengan jaringan utama.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *