Pionir Dunia, PNM Terbitkan Orange Sukuk Pertama untuk Pemberdayaan Perempuan

Ekonomi284 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta- PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menorehkan sejarah, membuktikan bahwa komitmen memberdayakan perempuan prasejahtera dapat menjadi fondasi perubahan ekonomi global. Melalui inovasi keuangan berkelanjutan, PNM kini tak hanya dikenal sebagai lembaga pembiayaan ultra mikro terbesar di dunia, tetapi juga sebagai pionir yang menghubungkan modal internasional dengan desa-desa di Indonesia.

Sejak berdiri pada 1999, PNM konsisten fokus pada segmen yang sering diabaikan lembaga pembiayaan lain karena dianggap terlalu berisiko: perempuan prasejahtera. Strategi ini terbukti tepat. Hingga Agustus 2025, melalui program andalan mereka, Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar)—pembiayaan tanpa agunan berbasis kelompok—PNM telah melayani lebih dari 13 juta nasabah perempuan, melampaui capaian Grameen Bank di Bangladesh.Puncak inovasi PNM terjadi pada Juni 2025 dengan penerbitan Orange Bond senilai Rp16 triliun, sekaligus menjadi Orange Sukuk pertama di dunia. Instrumen keuangan berkelanjutan yang berfokus pada kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan ini tak hanya menempatkan PNM sebagai pionir, tetapi juga menjadikan Indonesia pemain utama di panggung keuangan global.

banner 336x280

Respons pasar terhadap Orange Bond ini sangat positif. Proses book building yang hanya berlangsung delapan hari berhasil menyerap seluruh emisi, bahkan mengalami oversubscribe (kelebihan permintaan). Tingkat kepercayaan investor ditunjukkan dengan banyaknya yang memilih tenor jangka panjang (hingga 5 tahun) meskipun kondisi pasar global penuh ketidakpastian.

“Saya istilahkan mempertemukan Wall Street dengan Backstreet. Modal global bisa langsung menyentuh perempuan miskin di pelosok desa.” ujar Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi.

Orange Bond, yang kuponnya ditawarkan secara kompetitif, merupakan simbol transformasi pembiayaan sosial. Ia mengakar pada program pemberdayaan di tingkat desa, namun mendapat legitimasi penuh dari pasar modal internasional.

 

Keberhasilan PNM didukung oleh pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang luar biasa. Realisasi penyaluran PNM Mekaar melonjak drastis, dari Rp4,2 triliun pada 2017 menjadi Rp68,2 triliun pada 2024, mencatat Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 49,2%. Hingga Agustus 2025 saja, PNM sudah menyalurkan Rp43,3 triliun kepada perempuan prasejahtera.

Orange Bond tidak hanya sekadar transaksi keuangan, tetapi juga komitmen nyata PNM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh proses penerbitan telah dipastikan sesuai regulasi OJK dan melalui verifikasi independen untuk menjamin keberpihakannya pada kesetaraan gender. Tingginya minat investor bahkan mendorong PNM untuk menyiapkan penerbitan tahap kedua senilai Rp1,02 triliun pada akhir 2025.

Fondasi utama dari kesuksesan ini adalah program PNM Mekaar yang tak hanya menyalurkan modal, tetapi juga memberikan pendampingan usaha, pelatihan, serta Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) yang krusial untuk memperkuat kemandirian dan solidaritas perempuan.

Inovasi PNM juga meluas dari aplikasi SenyuM Mobile, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), hingga keterlibatan di forum global bergengsi seperti Commission on the Status of Women (CSW) PBB ke-68 di New York.

Atas berbagai terobosan yang menghubungkan pasar modal global dengan pemberdayaan ultra mikro di desa, PNM baru-baru ini meraih penghargaan “Best Ultra Micro Finance for Empowering Women in Business” dari CNBC Indonesia.

PNM membuktikan bahwa pembiayaan sosial dapat dikelola secara adil, inklusif, dan penuh dampak nyata. Dari pasar modal internasional hingga warung kecil di pelosok, PNM menghadirkan wajah baru keuangan berkelanjutan yang menyentuh langsung masyarakat.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *