
Ingetindonesia.com,Jakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur, mengecam keras keberadaan grup Facebook bernama ‘Fantasi Sedarah’ . Ia mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku maupun pihak yang mendorong penyebaran konten yang menyimpang tersebut.
Seharusnya aparat kepolisian mengusut dan menindak tegas pelakunya dan siapa saja yang mendorong untuk melakukan hubungan tersebut melalui cerita atau media sosial lainnya, tegas Gus Fahrur kepada wartawan, Sabtu (17/5/2025).

Gus Fahrur menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, hubungan inses atau hubungan sedarah adalah perbuatan yang sangat dilarang. Ia menyebutkan bahwa Al-Qur’an secara tegas mengharamkan pernikahan antaranggota keluarga yang memiliki hubungan darah.
Tak hanya secara agama, ia juga menekankan bahwa hukum di Indonesia melarang praktik inses. Larangan tersebut tertuang dalam Pasal 8 Undang-Undang Perkawinan, yang menyebutkan bahwa perkawinan antar anggota keluarga dengan hubungan darah tertentu tidak sah dan dilarang secara hukum.
“Itu hubungan tidak sehat yang sangat berbahaya secara medis dan merusak moral bangsa, sangat tidak beradab,” ujarnya.
Sementara itu, Direktorat Siber Polda Metro Jaya tengah menyelidiki keberadaan kelompok tersebut. Direktur Siber Polda Metro, Kombes Roberto, menyampaikan bahwa kegagalan telah terjadi koordinasi dengan perusahaan induk Facebook, Meta, serta Komisi Digital (Komdigi) untuk melacak admin grup yang bersangkutan.
“Kami gencarkan berkoordinasi dengan Meta dan Komdigi,” ujar Kombes Roberto saat dihubungi, Jumat (16/5).
Ia menambahkan bahwa grup ‘Fantasi Sedarah’ telah dihapus oleh pihak Meta karena terbukti melanggar kebijakan komunitas platform tersebut.
“Akun grup tersebut sudah ditutup, tersendat, atau dihapus oleh penyedia FB Meta karena melanggar aturan,” ungkapnya.
PBNU menilai tindakan tegas terhadap kelompok penyebar konten menyimpang seperti ini penting untuk menjaga nilai-nilai moral, agama, dan hukum di tengah masyarakat digital yang semakin kompleks.










