Ingetindonesia.com,Jakarta – Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) menyebut Asia Tenggara menghadapi salah satu peristiwa kabut asap lintas batas terparah, bahkan mungkin yang terburuk, akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Direktur Regional WMO untuk Asia dan Pasifik, Ben Churchill, mengatakan kabut asap telah berdampak pada sejumlah negara, termasuk Singapura, Malaysia, dan Filipina. Ia memperkirakan kondisi tersebut masih akan berlanjut.
“Menurut saya, peristiwa yang sedang kita alami saat ini merupakan salah satu kejadian kabut asap lintas batas yang paling parah—bahkan mungkin yang terburuk—yang berdampak ke Singapura, Malaysia, Filipina, dan negara-negara lain,” kata Churchill dalam wawancara dengan media Singapura, The Straits Times, yang dirilis Sabtu (17/10/2026).
Churchill menilai curah hujan yang turun secara konsisten menjadi faktor penting untuk memadamkan kebakaran. Meski Indonesia telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pengerahan personel hingga rekayasa cuaca, hujan dalam durasi panjang tetap dibutuhkan untuk membantu memadamkan titik api.
Ia juga mendorong negara-negara ASEAN memperkuat kerja sama dalam penanganan karhutla. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah menggabungkan sumber daya dan menyediakan peralatan pemadam kebakaran yang bisa digunakan bersama oleh negara-negara anggota sesuai kebutuhan.
Menurut Churchill, kerja sama tersebut dapat mencakup penyediaan helikopter, pesawat pemadam kebakaran, peralatan khusus, serta personel yang memiliki keahlian dalam penanganan kebakaran hutan.
Ia mengingatkan, risiko kebakaran hutan dapat meningkat di berbagai negara seiring memburuknya kondisi iklim global dan fenomena El Nino. Karena itu, penanganan karhutla tidak seharusnya dilakukan secara terpisah oleh masing-masing negara.
“Cara terbaik untuk memadamkan kebakaran bukanlah dengan menanganinya sendirian, melainkan melalui kerja sama internasional dengan memanfaatkan teknologi dan pengalaman, serta melibatkan ahli prakiraan cuaca,” ujarnya.
Sementara itu, pemerintah Indonesia pada pertengahan Oktober 2026 menyatakan bersedia menerima bantuan dari negara-negara tetangga untuk menangani karhutla.
Kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama beberapa bulan terakhir telah menyebabkan kabut asap menyebar hingga ke negara tetangga, termasuk Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Dampak kabut asap juga terlihat dari memburuknya kualitas udara. Pada Rabu, indeks polutan udara di Singapura dilaporkan mencapai 288 pada pukul 15.00 waktu setempat, yang masuk kategori sangat tidak sehat dan disebut sebagai angka tertinggi sejak 2015. Malaysia juga sempat mencatat kualitas udara dalam kategori berbahaya di negara bagian Sarawak pada bulan sebelumnya.


















