MUI Minta Umat Islam Boikot Habib Alwi Assegaf, Ini Alasannya

Berita1059 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta umat Islam tidak lagi mengundang Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf sebagai penceramah. Seruan tersebut muncul setelah potongan video ceramahnya viral di media sosial dan menuai kritik karena dinilai merendahkan perempuan.

Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menilai materi ceramah yang disampaikan Habib Alwi tidak mencerminkan etika dan keteladanan seorang pendakwah. Menurutnya, narasi tersebut berpotensi merusak citra dakwah Islam di tengah masyarakat.

banner 336x280

Melalui unggahan di akun X pribadinya, @cholilnafis, yang dikutip dari laman MUI pada Selasa (20/10/2026), Cholil meminta masyarakat tidak lagi menghadiri majelis yang dipimpin pendakwah tersebut.

“Saudare-saudare, jangan undang lagi dan tak usah diikuti majelisnya orang model gini ya,” tulis Cholil.

Ia menegaskan, status sosial maupun latar belakang seorang penceramah tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan penyampaian materi dakwah yang bertentangan dengan nilai kesantunan.

“Boro-boro menyebarkan Islam, malah ini yang merusak Islam,” ujar Cholil dalam pernyataannya.

Kontroversi ini bermula dari beredarnya rekaman ceramah yang menampilkan seorang pendakwah yang diidentifikasi warganet sebagai Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf. Dalam video tersebut, ia disebut membicarakan tarif ceramah yang diklaim paling rendah mencapai Rp75 juta.

Polemik semakin meluas ketika ia melontarkan candaan mengenai keinginannya mencari calon istri keempat dengan meminta santriwati perempuan dihadirkan di hadapan jemaah.

“Keluarkan santri-santri perempuan. Santri laki-laki gue udah eneg. Perempuan, keluarin ane mau pilih. Mudah-mudahan ada santri perempuan yang mau saya jadiin istri keempat,” ucapnya dalam rekaman tersebut.

Selain itu, pendakwah tersebut juga melontarkan pernyataan yang dinilai merendahkan jemaah perempuan berusia di atas 60 tahun. Ia membandingkan keberadaan perempuan lanjut usia dengan perempuan muda dalam konteks ceramahnya.

Pernyataan-pernyataan tersebut memicu kritik publik dan menjadi sorotan di media sosial. MUI menilai seorang pendakwah semestinya menjaga tutur kata, menghormati jemaah, serta menyampaikan pesan keagamaan dengan santun dan bertanggung jawab.

Seruan MUI tersebut menjadi pengingat bahwa dakwah tidak hanya berkaitan dengan penyampaian ajaran agama, tetapi juga harus mencerminkan akhlak dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *