Ingetindonesia.com,Jakarta- Investor asing tercatat terus menarik dananya dari pasar modal Indonesia. Hingga akhir Juli 2025, nilai dana asing yang keluar mencapai Rp 61,91 triliun. Angka ini menandai tren pelemahan kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan domestik dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai arus keluar (net sell) ini terjadi baik di pasar saham maupun surat berharga negara (SBN). Pelemahan nilai tukar rupiah, ketidakpastian global, serta faktor suku bunga di negara maju seperti Amerika Serikat menjadi penyebab utama aksi jual asing di pasar Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyatakan, otoritas tetap waspada terhadap gejolak global yang berdampak pada likuiditas dan stabilitas pasar dalam negeri.
“Kondisi ekonomi global, khususnya kebijakan moneter The Fed, memicu investor global untuk merealokasi portofolionya dari negara berkembang,” ujar Inarno, Senin (4/8/2025).
Meski begitu, OJK menegaskan bahwa pasar keuangan domestik masih berada dalam kondisi stabil. Hal ini tercermin dari tingkat volatilitas yang masih dalam batas wajar serta kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang relatif terjaga meski mengalami tekanan.
OJK dan otoritas fiskal lainnya berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental pasar modal dan menjaga kepercayaan investor, termasuk dengan mendorong pendalaman pasar dan meningkatkan jumlah investor domestik.


















