Mendikdasmen Minta Pembelajaran Matematika Dasar Fokus pada Logika, Bukan Rumus

Berita337 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta agar pembelajaran matematika di tingkat awal, seperti taman kanak-kanak (TK) hingga kelas satu dan dua sekolah dasar (SD), tidak dibuat terlalu kompleks. Ia menekankan pentingnya penguatan logika anak dibandingkan pemberian rumus sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam peluncuran Program Pencanangan Kolaborasi Multipihak untuk Penguatan Literasi dan Numerasi Nasional di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, pendekatan pembelajaran matematika di Indonesia masih cenderung terlalu cepat masuk ke materi hitung-hitungan seperti perkalian dan pembagian, bahkan sejak TK. Kondisi ini dinilai berbeda dengan negara lain seperti Australia yang lebih mengedepankan metode bermain untuk melatih logika anak.

“Padahal harusnya masa-masa awal itu yang penting ditekankan adalah logic-nya. Karena logic-nya, maka seringkali itu hanya bermain-main saja. Sementara di sini sudah ditekankan pada hitung-hitungan matematika sudah pakai rumus-rumus begitu,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia mengingatkan, pemberian materi yang terlalu rumit tanpa kesiapan logika anak justru dapat menimbulkan rasa takut terhadap matematika. Dampaknya, kesulitan yang dialami pada tahap awal bisa terbawa hingga jenjang pendidikan berikutnya.

“Kesulitan yang mereka hadapi ketika belajar matematika di masa awal itu akan terdampak terus dalam jenjang berikutnya,” katanya.

Sebagai upaya perbaikan, Kemendikdasmen bersama sejumlah mitra meluncurkan program penguatan literasi dan numerasi nasional yang melibatkan lebih dari 500 sekolah dan 1.500 guru di tingkat pendidikan dasar.

Program ini akan dilaksanakan di enam kabupaten/kota yang tersebar di empat provinsi, yakni Sumatera Utara (Kota Medan dan Pematangsiantar), Jambi (Kabupaten Batang Hari), Jawa Tengah (Kabupaten Tegal), serta Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Sikka dan Ende).

Melalui program ini, pemerintah akan menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam proses belajar mengajar. Inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi percontohan untuk diterapkan secara lebih luas di berbagai institusi pendidikan di Indonesia.