Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Islam Doakan Keselamatan Bangsa di Tengah Ketidakpastian Global

Ekonomi295 Views

Ingetindonesia.com,JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam untuk senantiasa mendoakan keselamatan bangsa dan negara, terutama di tengah situasi global yang masih penuh ketidakpastian.

Ajakan tersebut disampaikan Nasaruddin saat menghadiri Zikir Kebangsaan Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (Jatma Aswaja) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu.

Nasaruddin mengatakan doa bersama menjadi bagian penting dalam menjaga harapan dan keselamatan bangsa. Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini membutuhkan ikhtiar bersama yang tidak hanya dilakukan secara material, tetapi juga melalui doa.

“Untuk senantiasa dan selalu melakukan doa keselamatan bangsa dan seperti setiap tahun yang kita lakukan di masjid ini, untuk mendoakan bangsa dan negara kita. Apalagi saat seperti sekarang ini, kita sangat memerlukan doa berjamaah untuk keselamatan bangsa kita,” ujar Nasaruddin.

Dalam kesempatan tersebut, Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga mengajak masyarakat untuk mensyukuri kondisi Indonesia yang dinilainya masih mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi global.

Nasaruddin menyebut inflasi Indonesia berada pada kisaran 1-2 persen, sementara pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 persen. Ia kemudian membandingkan capaian tersebut dengan sejumlah negara Muslim lainnya yang memiliki pertumbuhan ekonomi di bawah Indonesia.

Menurut Nasaruddin, berbagai capaian tersebut merupakan hal yang patut disyukuri. Namun, rasa syukur tersebut harus dibarengi dengan upaya menjaga persatuan dan melakukan ikhtiar bersama.

“Ini data-data internasional, tidak bisa dibantah. Banyak lagi prestasi yang dicapai oleh bangsa kita yang wajib hukumnya untuk kita syukuri,” katanya.

Ia menegaskan bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan. Syukur, kata Nasaruddin, harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Masjid Istiqlal Didorong Jadi Pusat Pemberdayaan

Semangat memberikan manfaat tersebut juga menjadi dasar pengembangan berbagai layanan sosial di Masjid Istiqlal.

Nasaruddin mendorong Istiqlal tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi contoh masjid yang mampu hadir sebagai pusat pemberdayaan dan pelayanan masyarakat.

Sejumlah fasilitas dan program telah dikembangkan dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Di antaranya penyediaan makan siang bagi jamaah, penginapan, kursus bahasa asing, layanan kesehatan, konsultasi keagamaan dan keluarga, serta pelatihan keterampilan ekonomi.

Menurut Nasaruddin, keberadaan masjid harus dapat dirasakan manfaatnya secara luas, termasuk dalam membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Jatma Aswaja Dorong Ketahanan Pangan

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja Helmy Faishal Zaini menyampaikan bahwa organisasinya yang baru memasuki usia dua tahun telah melakukan sejumlah langkah untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Jatma Aswaja, kata Helmy, telah mengembangkan penanaman padi dan tebu di lahan seluas sekitar 10 ribu hektare. Program tersebut melibatkan petani dari kalangan warga Jatma Aswaja serta para pemangku kepentingan di berbagai daerah.

Helmy berharap keberadaan Jatma Aswaja dapat memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga ekonomi.

“Kita harapkan kehadiran Jatma Aswaja memantulkan energi untuk melakukan pemberdayaan, sehingga kita bukan hanya maju secara spiritual, tetapi juga pokok secara ekonomi dan tentunya kita berdaya menjadi masyarakat yang lebih sejahtera,” ujar Helmy.

Menurutnya, penguatan ekonomi dan ketahanan pangan menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.

Zikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal pun menjadi momentum untuk memperkuat doa, rasa syukur, persatuan, sekaligus semangat pemberdayaan masyarakat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.