Ingetindonesia.com,Jakarta- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan transparan terkait kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur. KPAI juga meminta hasil uji laboratorium segera diumumkan kepada publik.
Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menegaskan bahwa langkah cepat dan terbuka sangat diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut serta mencegah terulangnya kejadian serupa.
“BGN wajib melakukan investigasi menyeluruh secara transparan dan segera mengumumkan hasil uji laboratorium terkait penyebab keracunan,” ujar Jasra di Jakarta, Selasa.
Selain itu, KPAI meminta BGN menjamin seluruh biaya pengobatan bagi anak-anak yang menjadi korban ditanggung sepenuhnya. Hal ini dinilai penting sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan peserta didik yang terdampak.
KPAI juga mendorong evaluasi total terhadap sistem tata kelola program, termasuk rantai pasok dan standar penyimpanan makanan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Evaluasi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas dan keamanan program MBG ke depan.
“BGN harus mendengarkan suara dan kekhawatiran anak serta orang tua. Program pemulihan harus berawal dari pelibatan perspektif penerima manfaat,” tambah Jasra.
Sebagai tindak lanjut, KPAI telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 91 Jakarta serta menjenguk para korban yang dirawat di RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur.
Diketahui, kejadian keracunan massal ini terjadi pada Kamis (2/4) dan melibatkan 72 siswa dari empat sekolah, yakni SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07.
Saat ini, puluhan siswa masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan RS Harum.












