KLN Bidik Empat Besar, Bangun Ekosistem Futsal dari Pembinaan hingga Industri

Berita, Olahraga50 Views
banner 468x60

Ingetindoensia.com,JAKARTA – KLN menargetkan finis di posisi empat besar pada kompetisi futsal profesional Indonesia musim ini. Target tersebut menjadi bagian dari upaya klub memperbaiki prestasi sekaligus membangun ekosistem futsal yang berkelanjutan melalui pembinaan pemain muda, penguatan tim, dan kemandirian finansial.

Pelatih KLN, Sayan Karmadi, mengatakan target empat besar merupakan target realistis setelah klub mengakhiri musim sebelumnya di peringkat kesembilan dari 12 tim.

banner 336x280

“Target pribadi saya adalah empat besar. Karena ada 10 tim, kami kemarin peringkat sembilan dari 12 tim. Jadi secara realistis kami harus ambil empat besar. Kalau sudah masuk empat besar, baru kami punya peluang untuk menjadi juara,” ujar Sayan di Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut turut hadir CEO KLN Arief Pribadi, Head of Public Relations KLN Edwin Rizky Indarto, dan Kapten KLN Ramadhan Zidani.

KLN Perkuat Skuad dan Pembinaan Pemain Muda

Sayan menjelaskan, persiapan KLN dilakukan lebih awal karena masih terdapat sejumlah aspek permainan yang perlu ditingkatkan. Saat ini, KLN memiliki sekitar 20 pemain dalam skuad, termasuk penjaga gawang dan sejumlah pemain muda yang diproyeksikan untuk berkembang dalam jangka panjang.

KLN juga masih membuka kemungkinan menambah pemain. Namun, klub tidak ingin terlalu bergantung kepada pemain asing.

Menurut Sayan, kehadiran pemain asing seharusnya menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas pemain lokal. Pemain asing diharapkan dapat menjadi contoh dari sisi permainan maupun sikap profesional.

“Kalau kita bergantung dengan pemain asing, pemain lokal kita juga tidak akan bisa berkembang dengan baik. Pemain asing harus bisa menjadi contoh, bagaimana bermain dan bagaimana menerapkannya,” katanya.

Selain tim profesional, KLN membangun jalur pelatihan pemain secara berjenjang. Ekosistem tersebut mencakup akademi, tim elite, hingga tim kelompok usia yang menjadi bagian dari klub strategi dalam mempersiapkan pemain untuk masa depan.

Sejumlah pemain muda juga telah mendapatkan kesempatan untuk naik ke level kompetisi yang lebih tinggi.

Nama KLN Jadi Strategi Penguatan Identitas Klub

CEO KLN Arief Pribadi mengatakan perubahan nama dari Kuda Laut Nusantara menjadi KLN pada musim ini merupakan bagian dari strategi pengembangan identitas dan merek klub.

Perubahan nama tersebut sebelumnya belum dapat dilakukan karena adanya aturan kompetisi. Kini, perubahan identitas dinilai penting untuk memperkuat positioning KLN dalam perkembangan futsal Indonesia.

Meski demikian, KLN tetap mempertahankan sejarah yang telah dibangun sejak klub berdiri.

Ekosistem Futsal Dinilai Penting

Kapten KLN Ramadhan Zidani menilai pembangunan ekosistem menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendorong kemajuan futsal Indonesia.

Menurut dia, keberadaan tim profesional saja belum cukup jika tidak disertai jalur pelatihan pemain yang terstruktur.

KLN mencoba membangun ekosistem tersebut melalui sejumlah tim, di antaranya tim elite, KLN Boys, hingga KLN Angels.

“Kalau misalkan dari 10 tim ini mempunyai ekosistemnya sendiri, mungkin futsal Indonesia bisa lebih baik,” ujar Ramadhan.

Model pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi klub lain agar tidak hanya fokus pada kompetisi profesional, tetapi juga membangun fondasi pemain dan organisasi secara berkelanjutan.

KLN Soroti Keberlanjutan Kompetisi Finansial

Selain pelatihan, Sayan menyoroti pentingnya keberlanjutan finansial dalam kompetisi futsal nasional. Ia menilai berkurangnya jumlah peserta kompetisi dari 12 menjadi 10 tim perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, keinginan suatu kompetisi bukan hanya berkaitan dengan jumlah pertandingan atau lamanya musim. Hal yang lebih penting adalah kemampuan klub untuk bertahan dan membiayai seluruh kebutuhan operasional.

Salah satu tantangan yang dihadapi klub adalah tingginya biaya perjalanan, terutama ketika harus bertanding di daerah yang memiliki jarak cukup jauh.

“Kompetisi bukan tentang jumlah pekan, tetapi bagaimana klub-klub bisa hidup dan menghidupi dirinya sendiri, serta bagaimana federasi bisa membantu,” kata Sayan.

Ia berharap klub, federasi, dan seluruh pihak terkait dapat membangun sinergi agar futsal berkembang menjadi industri olahraga yang semakin mandiri dan berkelanjutan.

Piala Super Bidik KLN

CEO KLN Arief Pribadi menambahkan, persiapan yang lebih matang membuat klub kini menerapkan Super Cup sebagai salah satu ajang pembuktian sebelum memasuki kompetisi musim baru.

KLN ingin menggunakan ajang tersebut untuk mengukur kesiapan tim sekaligus melihat perkembangan pemain setelah menjalani persiapan.

Target utama KLN tetap menampilkan performa terbaik dan meningkatkan posisi klub dibandingkan musim sebelumnya.

Dengan target empat besar yang berjalan beriringan dengan pelatihan pemain muda, penguatan organisasi, serta pembangunan ekosistem, KLN berharap dapat berkontribusi terhadap masa depan futsal Indonesia yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *