Kericuhan Warnai Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg dan Kivlan Zen Terluka

Berita4 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta – Proses eksekusi Hotel Sultan Blok 15 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (18/6/2026), bayang kericuhan antara massa penolak eksekusi dengan aparat keamanan. Insiden tersebut menyebabkan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto dan mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen mengalami luka.

Seorang Saksi mata yang juga pegawai Pusat Pengelolaan Kompleks Gelanggang Olahraga Bung Karno (PPK GBK), Bram, mengatakan Bambang Eko Suhariyanto terkena pelemparan batu saat berada di dekat aparat penegak hukum yang tengah mengawal proses eksekusi.

banner 336x280

“Pak Wamensesneg terkena batu ketika melihat kondisi di lapangan. Saat aparat hendak masuk, tiba-tiba ada lemparan batu yang langsung mengenai dia,” ujar Bram di lokasi kejadian.

Menurut Bram, luka yang dialami Bambang berada di bagian kaki kiri. Ia sempat melihat Wamensesneg mendapatkan perban setelah mengalami cedera tersebut.

Sementara itu, Kivlan Zen yang hadir sebagai kuasa hukum pihak ahli waris berada di barisan massa yang menolak eksekusi. Kericuhan pecah tak lama setelah Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membacakan eksekusi eksekusi.

Kivlan mengatakan dirinya terluka akibat terkena kawat berduri saat mencoba bernegosiasi dengan pihak kepolisian di tengah desakan massa.

“Karena ada dorongan dari belakang, saya bergerak dan langsung terkena kawat berduri,” kata Kivlan Zen.

Ia menegaskan luka yang dideritanya tidak serius dan hanya berupa goresan di tangan.

Selain menyebabkan dua tokoh tersebut terluka, kericuhan juga mengakibatkan puluhan personel pengamanan mengalami cedera. Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 29 petugas mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, 26 anggota Polri mengalami luka ringan akibat lemparan batu dari massa, sementara sisa berasal dari unsur TNI dan sipil.

“Dalam hal ini ada 29 petugas yang terluka,” kata Budi Hermanto di lokasi.

Proses eksekusi Hotel Sultan sendiri mendapat pengamanan ketat dengan melibatkan 3.161 personel gabungan. Pemerintah sebelumnya menegaskan akan tetap memperhatikan nasib para karyawan Hotel Sultan dan membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak terkait.

Kericuhan yang terjadi menjadi catatan tersendiri dalam pelaksanaan eksekusi aset di kawasan strategis tersebut, yang hingga kini masih menuai persetujuan dari sebagian pihak.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *