Kemenag Ajak Umat Islam Refleksikan Makna Hijrah di Peringatan 1 Muharam 1447 H

Berita, Edukasi753 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta– Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Peringatan 1 Muharam 1447 Hijriah Tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (26/6/2025) malam. Acara ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk merefleksikan makna hijrah Nabi Muhammad SAW.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, dalam sambutannya mengajak seluruh umat Islam untuk memahami lebih dalam makna hijrah sebagai transformasi spiritual, intelektual, dan sosial. “Bagaimana kita menghayati apa hikmah di balik hijrahnya Rasulullah SAW? Ada hijrah fisik, hijrah intelektual, spiritual, hijrah dari segi waktu, hijrah dari prestasi,” ujar Nasaruddin Umar.

banner 336x280

Menurut Menag, hijrah bukan sekadar peristiwa perpindahan geografis dari Makkah ke Madinah, melainkan awal dari perubahan besar dalam sejarah umat manusia, membawa dari kegelapan menuju pencerahan peradaban. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas individu dalam memaknai Muharam.

 

“Apa artinya kita memperingati Muharam kalau terjadi penurunan degradasi kualitas individu,” tegasnya.

Nasaruddin Umar juga menjelaskan alasan para sahabat Nabi menjadikan peristiwa hijrah sebagai dasar kalender Islam. “Banyak pilihan yang ditawarkan saat itu di masa pemerintahan Umar bin Khattab terkait kalender atau penanggalan umat Islam. Lalu Sayyidina Ali mengusulkan agar hijrahnya Rasulullah SAW. Para sahabat pun menyepakati,” jelasnya.

Menyinggung relevansi hijrah dengan kehidupan modern, Menag menyatakan bahwa hijrah adalah ajakan untuk terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu, dari kondisi stagnan menuju kemajuan yang penuh makna. Ia bahkan menggambarkan semangat hijrah yang abadi, “Kalau ada di antara kita di sini diberikan umur panjang oleh Allah, bisa hidup pada tahun 2.526 Masehi, maka itu juga akan bertepatan dengan 2.526 Hijriah.”

Senada dengan Menag, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, turut menjelaskan bahwa hijrah memiliki makna spiritual mendalam. “Hijrah berarti meninggalkan perbuatan-perbuatan tercela menuju kepada perbuatan dan akhlak yang mulia,” terangnya, menekankan hijrah sebagai proses meninggalkan segala bentuk kemaksiatan menuju akhlak yang lebih

mulia.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *