Prabowo Minta 300 Sumur Bor untuk Atasi Karhutla Riau

Karhutla Riau Jadi Perhatian Prabowo

Berita, Daerah1428 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,PEKANBARU — Karhutla Riau menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta pembuatan 300 sumur bor di sejumlah titik panas untuk mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan berkembang menjadi titik api.

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla Riau di Posko Aju Riau, Senin (24/8/2026).

banner 336x280

Prabowo menerima laporan terdapat 306 titik panas atau hotspot di Riau yang berpotensi menjadi kebakaran. Presiden meminta aparat bergerak cepat sebelum titik panas berkembang menjadi api.

“Jangan nunggu sampai jadi titik api. Ya, tolong, ya. Masuk, masuk ke titik hotspot itu. Segera aja masuk, ambil tindakan,” kata Prabowo.

Karhutla Riau Jadi Perhatian Prabowo

Prabowo menekankan pentingnya penanganan karhutla Riau sejak munculnya titik panas. Menurutnya, aparat tidak perlu menunggu sampai kebakaran meluas untuk mengambil tindakan.

Presiden kemudian menanyakan kemungkinan pembuatan sumur bor di lokasi yang memiliki titik panas.

“Di tempat-tempat itu bisa dibikin bor air?” tanya Prabowo.

Usulan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mempercepat akses air di lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Prabowo Minta 300 Sumur Bor

Prabowo kemudian meminta agar 300 sumur bor segera dibuat di lokasi yang membutuhkan akses air.

“Segera, segera saja di 300 titik langsung bikin bor air. Langsung bikin bor air. Begitu ada hotspot, bikin bor air di situ. Jangan tunggu titik api,” tegas Prabowo.

Pembuatan sumur bor di titik panas diharapkan dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat. Ketersediaan sumber air yang lebih dekat juga dapat mendukung upaya pemadaman ketika muncul kebakaran.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Ada 306 Titik Panas di Riau

Dalam rapat tersebut, Prabowo mendapat laporan mengenai kondisi titik panas di wilayah Riau. Sebanyak 306 titik panas disebut berpotensi berkembang menjadi karhutla.

Keberadaan titik panas menjadi perhatian karena kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kebakaran, terutama apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, Prabowo meminta aparat dan pemerintah daerah melakukan tindakan cepat di lokasi yang terdeteksi memiliki hotspot.

Presiden menegaskan bahwa penanganan harus dilakukan sebelum titik panas berubah menjadi titik api.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, memastikan pihaknya siap menjalankan instruksi Presiden.

Prabowo kemudian menanyakan kedalaman sumur bor yang dapat dibuat di wilayah Riau.

“Kedalamannya dalam, enggak?” tanya Prabowo.

Edy menjelaskan bahwa sumur bor dapat dibuat dengan kedalaman sekitar 30 hingga 50 meter.

“Bisa antara 30 sampai 50 meter, itu bisa kita bikin (bor air),” jawab Edy.

Edy juga menyatakan kesiapan BPBDPK Riau untuk melaksanakan arahan tersebut.

“Siap, bisa, Pak. Bisa, Pak,” ujarnya.

Penanganan Karhutla Riau Harus Cepat

Pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan karhutla Riau dengan mengutamakan tindakan cepat di lokasi yang memiliki potensi kebakaran.

Instruksi pembuatan 300 sumur bor diharapkan dapat memperpendek jarak sumber air dengan lokasi hotspot. Dengan begitu, petugas dapat lebih mudah melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran.

Strategi tersebut juga bertujuan mencegah kebakaran berkembang dan meluas ke wilayah lain.

Prabowo meminta seluruh pihak tidak menunggu sampai api membesar. Penanganan sejak munculnya titik panas dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah Perkuat Pencegahan Kebakaran Hutan

Karhutla tidak hanya berpotensi merusak hutan dan lahan, tetapi juga dapat mengganggu kualitas udara serta aktivitas masyarakat.

Karena itu, pencegahan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Keberadaan sumber air di lokasi rawan kebakaran diharapkan membantu petugas melakukan tindakan lebih cepat.

Dengan pembuatan 300 sumur bor, pemerintah ingin memastikan kebutuhan air untuk penanganan hotspot dapat lebih mudah dijangkau.

Presiden Prabowo juga meminta aparat untuk tidak menunggu munculnya titik api sebelum bergerak. Setiap hotspot harus segera ditindaklanjuti agar risiko karhutla Riau dapat ditekan.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *