Jokowi di Kongres PSI: Tak Boleh Ulang Kesalahan yang Sama di 2029

banner 468x60

Ingetindonesia.com,Solo- Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pesan kebangsaan dalam Kongres I Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang diselenggarakan si Graha Saba Buana, Solo, pada Sabtu sore (19/7/2025).

Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan refleksi, evaluasi, serta harapannya terhadap masa depan PSI di hadapan ribuan kader dan pengurus yang hadir dari seluruh Indonesia.

banner 336x280

Kedatangan Jokowi di Kongres PSI disambut oleh kesenian tradisional topeng ireng. Hanya saja mantan Wali Kota Solo itu tidak turun dari mobil di bagian depan Graha Saba Buana, melainkan di samping gedung tersebut.

 

Kemudian ia masuk ke dalam gedung melalui pintu samping bagian belakang gedung.

Setelah masuk, Jokowi tidak duduk bersama dengan jajaran pengurus pusat PSI, tetapi langsung berjalan menuju podium dari belakang panggung. Kehadiran Jokowi disambut meriah oleh ribuan pengurus dan kader PSI yang mengikuti kongres perdana.

Dalam pidatonya, Jokowi mengungkapkan adanya kedekatan emosional antara dirinya dan PSI. Ia menyebut, hubungan batin itu tidak hanya karena kongres digelar di Graha Saba Buana yang merupakan gedung miliknya, melainkan juga karena semangat anak muda yang begitu terasa kuat dalam acara tersebut.

“Saya berangkat dari rumah ke sini hanya dua menit. Tapi saya langsung bisa merasakan semangat, antusiasme, dan spirit kader-kader PSI. Itu terasa dari cara salaman, dari mimik wajah. Saya bisa tahu siapa yang dukung berat, siapa yang hanya formalitas. Di lapangan itu kelihatan sekali,” kata Jokowi.

Jokowi menekankan pentingnya pembelajaran dari pengalaman. Menurutnya, dua kali keikutsertaan PSI dalam Pemilu, yakni pada 2019 dan 2024, seharusnya menjadi bahan evaluasi penting untuk menguatkan fondasi partai ke depan.

“Kesulitan itu membuat kita lebih kuat. Hambatan membuat kita makin matang. Tantangan membuat kita lebih terlatih di lapangan. PSI tidak boleh mengulang kesalahan yang sama di 2029. Harus lebih siap dari sekarang,” ujar mantan presiden dua periode itu.

Ia juga menyarankan agar PSI segera merombak sistem manajemen internalnya. Jokowi menyoroti perlunya perencanaan yang matang dan jauh hari, terutama dalam penentuan calon legislatif di semua tingkatan.

“Harus ada rencana yang detail. Siapa yang disiapkan di provinsi, di kota, di pusat harus dari sekarang. Jangan mepet-mepet menjelang pemilu,” ungkapnya.

Kemudian, Jokowi menyambut baik capaian PSI yang kini memiliki kader-kader yang duduk di kursi legislatif dan eksekutif. Berdasarkan data yang ia miliki, terdapat 18 kader PSI menjabat sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah, serta 181 orang menjadi anggota legislatif.

Namun, Jokowi menegaskan bahwa peningkatan tersebut tak cukup jika hanya mengandalkan semangat atau euforia. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan PSI ke depan akan ditentukan oleh seberapa kuat struktur partai di tingkat akar rumput.

“Tapi tidak bisa mengandalkan euforia saja. Mesin partai harus lengkap sampai tingkat desa. Harus tahu siapa yang pegang struktur dari bawah sampai pusat. Kalau tidak ada mesin, bagaimana mau digerakkan?” ujarnya.

Jokowi juga menyoroti mekanisme pemilu internal PSI yang menggunakan sistem e-voting. Ia memuji sistem tersebut sebagai bentuk revolusi demokrasi dalam tubuh partai, karena memberi suara langsung kepada seluruh anggota.

“Mungkin sekarang baru 84 ribu yang berpartisipasi. Tapi ke depan, bisa jutaan kalau sistem ini dipelihara. Karena apa? Karena suaranya dihargai. Tidak ada lagi politik di belakang layar. Tidak ada keputusan segelintir orang. Semua terbuka, semua transparan,” jelasnya.

Jokowi turut memberikan pesan agar para kader PSI tidak terburu-buru mengejar kekuasaan. Ia meyakini, PSI memiliki potensi besar, namun pencapaiannya membutuhkan proses yang bertahap dan konsisten.

“Feeling saya, puncaknya bukan di 2029, tapi baru akan terasa besar di 2034. Tapi itu bisa tercapai kalau semua mesin partai bekerja keras dan terstruktur dari sekarang,” tegasnya.

Menutup pidatonya, Jokowi menegaskan bahwa perjuangan PSI harus selalu berpihak pada kepentingan rakyat. Ia mengingatkan agar partai tidak hanya melayani segelintir orang atau kepentingan kelompok semata.

“Jangan hanya jadi partai untuk orang-orang tertentu. PSI harus jadi partai untuk rakyat. Dan saya akan mendukung penuh PSI untuk jadi partai besar dan kuat ke depan. Tapi syaratnya kerja keras, struktur lengkap, strategi matang, dan semangat terus menyala,” harapnya.

 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed