Ingetindonesia.com,Jakarta — Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama dengan India dalam pengembangan proyek Malaysia-Borneo Green (MBG), sebuah inisiatif besar di bidang energi bersih dan keberlanjutan lingkungan di kawasan Kalimantan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan hal itu usai menghadiri pertemuan dengan sejumlah pejabat India di sela kunjungannya ke New Delhi. Ia mengatakan, India memiliki kapasitas teknologi dan investasi yang kuat dalam sektor energi baru terbarukan (EBT) dan manufaktur hijau.
> “Kami melihat potensi besar untuk berkolaborasi dengan India dalam proyek MBG. Mereka punya pengalaman di bidang energi surya, hidrogen hijau, dan teknologi baterai yang bisa memperkuat rencana besar Indonesia di Kalimantan,” ujar Luhut.
Proyek MBG sendiri merupakan bagian dari transformasi ekonomi hijau di kawasan Kalimantan, yang juga mencakup pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kawasan industri hijau berbasis energi bersih. Melalui kerja sama ini, Indonesia berharap dapat mempercepat investasi dan transfer teknologi di bidang energi berkelanjutan.
Luhut juga menyebutkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan sejumlah skema insentif bagi investor asing, termasuk India, untuk menanamkan modal di sektor hijau Indonesia.
“Kami ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi energi bersih dan manufaktur hijau di Asia Tenggara. Kolaborasi dengan India bisa mempercepat langkah itu,” tambahnya.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan India, tetapi juga berkontribusi terhadap target global dalam menekan emisi karbon dan memperluas pasar energi hijau di kawasan Asia.


















