Imlek dalam Balutan Fashion dan Inklusivitas di One B KOKO dan CICI 2026

banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta– Dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek, One BelPark Mall bersama Anggalang by Omar menggelar ajang One B KOKO dan CICI 2026 pada 17 Februari 2025. Memasuki tahun kedua, acara tahunan ini hadir dengan semangat inklusivitas—menegaskan Imlek sebagai perayaan budaya yang terbuka dan dapat diapresiasi oleh semua kalangan.

Panitia One B KOKO dan CICI 2026, Chelliszya Christabelle Halim, menuturkan tujuan utama penyelenggaraan adalah membangun pemahaman serta toleransi budaya di tengah masyarakat.

banner 336x280

“Selama ini Imlek sering dipersepsikan hanya sebagai perayaan agama dan identitas etnis Tionghoa. Melalui One B KOKO dan CICI 2026, kami ingin menegaskan bahwa Imlek adalah perayaan budaya, sehingga bisa dirayakan dan diapresiasi oleh siapa saja tanpa memandang latar belakang,” ujarnya.

Rangkaian acara diisi dengan kompetisi fashion show yang tidak hanya menilai kemampuan catwalk, tetapi juga menguji kreativitas peserta. Busana yang dikenakan merupakan rancangan desainer, namun peserta diberi ruang untuk mengombinasikan dan menyesuaikannya sesuai ide masing-masing. Meski demikian, terdapat aturan yang harus dipatuhi—seperti tidak mengubah bentuk dasar, kancing, serta elemen utama kostum. Konsep ini membuat penilaian tak semata soal berjalan di runway, melainkan juga kemampuan mengekspresikan gagasan dan karakter.

Kompetisi dibagi dalam beberapa kategori, yakni Mey-mey dan Didi (4–12 tahun), Koko dan Cici (13–28 tahun), serta Kategori C Istimewa yang terbuka tanpa batasan usia. Penilaian dilakukan oleh lima dewan juri dari latar belakang berbeda, mulai dari desainer hingga pemerhati budaya, di antaranya Olivia Summer, Arsita, Oentari Handayani, dan Nasya.

Dalam proses penjurian, kriteria utama meliputi kemampuan catwalk, kreativitas dalam mengolah busana, ekspresi wajah, serta kepercayaan diri yang tercermin dari cara peserta membawakan diri dan berinteraksi di atas panggung. Seluruh unsur tersebut dirangkai untuk menentukan penampilan terbaik secara menyeluruh menilai teknik, karakter, hingga kepribadian.

Penyelenggara juga secara khusus membuka kesempatan bagi anak-anak disabilitas untuk tampil. Melalui kategori ini, mereka diberi ruang menunjukkan potensi, karakter, dan keunikan masing-masing.

“Setiap anak memiliki kekuatan dan ekspresi yang berbeda. Kami ingin menjadi wadah yang inklusif agar mereka bisa percaya diri dan mendapatkan pengalaman tampil yang setara,” tambah Chelliszya.

Peserta yang ambil bagian berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Pontianak, Surabaya, Jakarta, Tangerang, dan kota-kota lainnya. Kehadiran lintas wilayah ini menegaskan skala nasional ajang tersebut sekaligus merayakan keberagaman.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *